| dc.description.abstract | Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kurikulum Pesantren Cipasung terhadap motivasi belajar santri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis model kurikulum yang diimplementasikan di pesantren dan mengukur pengaruhnya terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian kualitatif ini bersifat deskriftip-verifikatif. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah mencari model kurikulum yang dikembangkan oleh Pesantren Cipasung dan membuktikan pengaruhnya terhadap motivasi belajar santri. Sampel penelitian yang diambil adalah 100 Santri yang tinggal di Pesantren Cipasung dari berbagai tingkatan dengan menggunakan random sampling. Ada beberapa tehnik untuk pengumpulan data. Observasi dilakukan untuk melihat kondisi nyata Pesantren Cipasung, wawancara digunakan untuk memahami pola pikir responden, sedangkan angket dimaksudkan untuk mengukur pengaruh model kurikulum terhadap motivasi belajar santri. Kurikulum yang dikembangkan oleh Pesantren Cipasung adalah model perpaduan antara kurikulum subjek akademik dengan kurikulum humanistik. Desain kurikulum menggunakan pendekatan terpusat pada materi dan siswa. Materi yang menjadi bahan ajar adalah kitab kuning. Pendidikan dilakukan dengan sistem asrama dengan mengembangkan integrasi antara pendidikan pesanten dan sekolah. Hasil penelitian menunjukan bahwa model kurikulum yang dikembangkan oleh Pesantren Cipasung berpengaruh positif terhadap motivasi belajar santri. Sebanyak 89% responden menyatakan setuju bahwa kurikulum yang dikembangkan oleh pesantren berpengaruh pada peningkatan motivasi belajar. Ini berarti bahwa model kurikulum Pesantren Cipasung dengan kurikulumnya mampu meningkatkan motivasi belajar santri. Nilai sosial dan kontribusi dari hasil penelitian ini adalah bertambahnya literatur mengenai studi kepesantrenan serta pembuktian bahwa kurikulum pesantren mampu meningkatkan motivasi belajar santri. Bagi peneliti lanjutan, hasil penelitian ini akan bermanfaat dalam mempertimbangkan penelitian selanjutnya. | en_US |