| dc.description.abstract | Masjid merupakan simbol dari perkembangan umat Islam. Jika di suatu tempat ditemukan sebuah bangunan masjid berarti masyarakat di sekitar tempat tersebut telah lama beragama Islam. Selanjutnya, di berbagai wilayah pemukiman penduduk (di perkotaan dan di pedesaan) banyak didirikan masjid-masjid dengan bentuk bangunan yang mewah. Tetapi, kebanyakan dari masjid-masjid tersebut tidak difungsikan sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Bahkan sistem manajemen kemasjidannya berjalan dengan apa adanya. Selain itu, jamaah dari sebuah masjid ternyata terdiri atas semua kelompok umur (balita, anak-anak, remaja, dan dewasa) dan semua jenis kelamin (pria dan wanita). Namun demikian, kelompok umur jamaah terbanyak adalah kaum remaja (putera dan puteri). Sehingga perlu dikembangkan kegiatan pembinaan khusus jamaah kaum remaja. Dalam upaya mengembalikan fungsi masjid sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. dan dalam rangka mencapai efisiensi serta efektivitas pelaksanaan pembinaan remaja sebagai jamaah masjid, dengan karakter tertentu, penulis tertarik untuk menerapkan ilmu manajemen pendidikan. Terutama dengan memanfaatkan penerapan fungsi-fungsi umum manajemen pendidikan, yaitu perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing) penggerakkan (actuating), dan pengawasan (controlling). Karena ada indikasi bahwa dengan penerapan fungsi-fungsi manajemen pendidikan (secara khusus) dan ilmu manajemen pendidikan (secara umum) terhadap pelaksanaan pembinaan remaja melalui optimalisasi fungsi masjid, diharapkan proses pembinaan remaja dapat berjalan secara efektif dan efisien. Inilah tujuan utama penelitian tesis ini. Langkah berikutnya, penulis membahas secara gamblang tentang fungsi masjid pada masa Rasulullah, fungsi masjid pada masa kini, konsep dasar pembinaan remaja, dan konsep dasar manajemen pendidikan. Selanjutnya, penulis menerapkan fungsi-fungsi manajemen pendidikan dalam konteks proses pembinaan remaja di lingkungan masjid. Dalam kaitan ini, penulis mengkaji kemampuan manajerial pengurus masjid dan juga pengurus Jamiatul Quro (kelompok remaja Islam) dalam melaksanakan pembinaan remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ilmu manajemen pendidikan perlu dikuasai oleh seluruh pengurus DKM dan juga seluruh pengurus Jamiatul Quro. Terutama dalam memanfaatkan fungsi-fungsi umum manajemen pendidikan, yaitu perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan, dan pengawasan. Dengan pemanfaatan keempat fungsi umum manajemen pendidikan tersebut, pelaksanaan pembinaan remaja dan optimalisasi fungsi-fungsi masjid sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, dapat berjalan secara lebih efektif dan lebih efisien. | en_US |