• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Implementasi Nilai Keikhlasan Terhadap Pendidikan Para Santri di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo

    Thumbnail
    View/Open
    2012076.pdf (15.41Mb)
    Date
    2004
    Author
    Sahal, Imam Budiono
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pendidikan pada hakekatnya adalah usaha untuk mendewasakan diri dalam segala aspek kehidupan melalui sarana-sarana pendidikan, baik yang formal maupun non-formal, dan tidak terbatas dalam ruang dan waktu. Sedangkan dalam hal pendidikan, Islam memandang bahwa pendidikan adalah hak bagi setiap orang (education for all), laki-laki atau perempuan dan berlangsung sepanjang hayat (long life education). Pondok pesantren sebagai pilar utama pendidikan Islam, dituntut agar orientasi, visi, dan misi pendidikannya tidak menyimpang dari nilai-nilai islami (Al-Qur'an dan Al-Hadits). Kekurangan atau kelemahan dalam pendidikan pesantren adalah sesuatu yang wajar. Berangkat dari kenyataan itu orang-orang pesantren perlu membuka diri dan mau menata kembali pendidikannya, sehingga mampu menangkap nilai-nilai Islam secara utuh ke dalam suatu rumusan yang mampu berdialog dengan perubahan sosial dan perkembangan masa. Pondok Modern Darussalam Gontor yang merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berbentuk pesantren dengan sistem modern, pun terkena dampak perubahan nilai yang tertanam dalam jiwa para santri. Sistem pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor selalu berorientasi pada ibadah tholabul ilmi, di mana segala sesuatu yang diajarkan oleh pondok selalu didasarkan pada ibadah dan ridho Allah Swt. Untuk itu sistem pendidikan tersebut memiliki beberapa aspek yang diajarkan seperti: tidak mencari popularitas dan tidak menonjolkan diri, tidak rindu pujian dan tidak terkecoh pujian, tidak silau dan cinta kepada jabatan, tidak diperbudak imbalan dan balas budi, dan santri dituntut untuk tidak mudah kecewa. Dan inilah makna ikhlas yang hendak ditanamkan dalam diri para santri. Ikhlas diintepretasikan oleh para santri adalah sebagai suatu hal yang bersifat transenden, jujur, dan murni dan menjauhi dari sikap yang menunjukkan dan memamerkan untuk mendapat perhatian dari seseorang dan terhindar dari suatu hal yang menyakiti perasaan orang lain. Kemurnian niat, keterbukaan dan kejujuran dalam berfikir tidak mengedepankan tujuan duniawi ketika berhubungan dengan masalah ketuhanan dan loyalitas dalam menghamba kepada Tuhan pun termasuk makna keikhlasan yang selalu diajarkan kepada para santri Pondok Modem Darussalam Gontor. Keikhlasan merupakan salah satu ayat dalam Panca Jiwa Pondok Modern. Artinya, seluruh elemen yang terlibat dalam pesantren haruslah memiliki kesadaran dan keikhlasan baik dalam hal ikhlas dalam bermuamalah antar manusia maupun bermu'amalah dengan Allah sebagai bentuk peribadatan dan penghambaan seorang makhluk kepada Tuhannya.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/59959
    Collections
    • Master of Islamic Studies [1637]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV