Show simple item record

dc.contributor.authorHafiz, Alif
dc.date.accessioned2026-01-29T07:28:54Z
dc.date.available2026-01-29T07:28:54Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/59938
dc.description.abstractSerangan siber besar-besaran pada April–Mei 2007, dikenal sebagai Estonia Shutdown, mengganggu infrastruktur digital vital dan menegaskan bahwa serangan siber adalah ancaman politik serta keamanan nasional. Estonia menyadari perlunya menempatkan isu ini dalam kerangka keamanan kolektif NATO. Penelitian ini menjelaskan proses pengambilan kebijakan kerja sama Estonia–NATO dalam pendirian Cooperative Cyber Defense Center of Excellence (CCDCOE) pada 2007–2008 dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan analisis Governmental Politics Model Graham T. Allison yang menyoroti peran aktor dan lembaga dengan kepentingan berbeda. Pemilihan tema ini didasarkan alasan karena studi kasus Estonia masih jarang dikaji di Indonesia, padahal relevan untuk memahami diplomasi dan pertahanan siber. Analisis penelitian ini menunjukkan bahwa proses pengambilan kebijakan kerja sama pendirian CCDCOE menjadi bukti bagaimana keputusan strategis dalam isu non-konvensional dapat lahir dari dinamika politik pemerintahan, sehingga penelitian ini tidak hanya memberi kontribusi akademis tetapi juga menawarkan pembelajaran praktis bagi negara lain, termasuk Indonesia.en_US
dc.subjectEstonia, Estonia Shutdown, Governmental Politics Model, NATO, pertahanan siberen_US
dc.titlePengambilan Kebijakan Kerjasama Estonia-NATO dalam Mendirikan Cooperative Cyber Defense Center of Excellence 2007-2008en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20323010


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record