Hubungan Pendapatan TKW terhadap Tingkat Kesejahteraan Keluarga di Desa Polorejo Babadan Ponorogo (Telaah atas Hak dan Kewajiban Suami Isteri dalam Perspektif Islam)
Abstract
Tesis ini hendak mendeskripsikan Hubungan Pendapatan TKW terhadap Kesejahteraan Keluarga di Desa Polorejo Babadan Ponorogo, dengan tiga fokus masalah utama yaitu apa motivasi isteri untuk menjadi TKW, bagaimana hubungan pemasukan ekonomi isteri sebagai TKW terhadap kewajiban suami dalam menafkahi keluarga, bagaimana hubungan suami isteri menyangkut hak dan kewajiban berdua dalam perspektif fiqih terutama tentang boleh tidaknya isteri bekerja, boleh tidaknya. isteri meninggalkan keluarga untuk bekerja dalam jangka waktu tertentu, dan tanggungjawab, isteri sebagai ibu terhadap anaknya. Data dikumpulkan dengan menggunakan tehnik dokumentasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis. Proses pengolahan dan analisis data meliputi: seleksi, klasifikasi, kategorisasi, komparasi dan interpretasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Dorongan akan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan keluarga inerupakan motivasi utama TKW untuk bekerja ke luar negeri.(2) Pemasukan ekonomi yang dihasilkan oleh isteri karena bekerja sebagai TKW di luar negeri memiliki pengaruh yang sangat besar bagi kesejahteraan keluarga, meskipun demikian suami tetap bertanggungjawab atas nafkah keluarga. Dengan kata lain, tanggungjawab nafkah keluarga tetap berada pada pundak suami, meskipun isteri memiliki pemasukan ekonomi. (3) Meskipun dalam hukum Islam dikatakan bahwa nafkah keluarga merupakan kewajiban yang harus ditanggung oleh suami tapi tidak berarti istri dilarang bekerja untuk membantu suami memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga sebab dalam hukum Islam pada hakekatnya tidak ada larangan bagi istri untuk bekerja. Istri bahkan boleh bekerja ke luar negeri (TKW) meskipun harus meninggalkan keluarga untuk jangka waktu tertentu dengan syarat terjamin keamanannya, bebas dari fitnah, suami dalam keadaan kemiskinan dan mendapat izin suami. Istri juga boleh bekerja ke luar negeri meskipun harus meninggalkan kewajibannya sebagai ibu, dengan syarat sebelum keberangkatannya ke luar negeri ia talah melimpahkan kewajiban tersebut kepada orang yang ia percaya seperti suami dan nenek.
Collections
- Master of Islamic Studies [1637]
