Enkapsulasi Urea Pada Biochar Berbasis Biji Durian sebagai Pupuk Lepas Lambat (Slow Release Fertilizer)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah biji durian (Durio
zibethinus Murr) sebagai bahan baku pembuatan biochar yang dienkapsulasi
dengan urea untuk menghasilkan pupuk lepas lambat ramah lingkungan. Biochar
disintesis melalui proses pirolisis pada suhu 350 °C selama 4 jam, kemudian
dimodifikasi dengan larutan urea 2 M pada suhu 100 °C selama 1 jam. Hasil
karakterisasi menggunakan FTIR menunjukkan adanya perubahan gugus fungsi
OH, –NH, C=O, dan C–N yang menandakan interaksi kimia antara biochar dan
urea. Analisis XRD memperlihatkan struktur amorf tanpa puncak tajam khas urea
kristalin, menandakan bahwa urea teradsorpsi di dalam pori biochar. Hasil SEM
EDX menunjukkan bahwa biochar murni memiliki komposisi unsur C (56,57 %),
O (25,73 %), N (17,24 %), K (0,29 %), dan Mg (0,17 %), sedangkan setelah
enkapsulasi urea menjadi C (55,24 %), O (25,71 %), N (17,32 %), K (0,97 %), dan
Mg (0,75 %). Uji Kjeldahl menunjukkan peningkatan kadar nitrogen yang
signifikan, yaitu 0,203 % pada biochar murni menjadi 24,563 % setelah
enkapsulasi, mendekati pupuk organik (25,218 %). Hasil ini membuktikan bahwa
biochar biji durian mampu berfungsi sebagai matriks pembawa nitrogen dengan
pelepasan unsur hara yang lebih lambat dan efisien. Dengan demikian, biochar biji
durian berpotensi sebagai alternatif pupuk lepas lambat berkelanjutan yang dapat
meningkatkan efisiensi pemupukan sekaligus mengurangi kehilangan nitrogen ke
lingkungan.
Collections
- Chemistry [734]
