Strategi Pembelajaran di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Babakan Tegal
Abstract
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Babakan secara resmi menyandang nama tersebut pada 16 Maret 1978. Keberadannya sebagai lembaga pendidikan dan menjadi terbesar di Kabupaten Tegal merupakan bagian dari keberhasilan strategi yang telah diterapkan, sehingga metode tersebut menunjang keberlangsungan proses belajar-mengajar. Untuk mengetahui strategi pembelajaran di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Babakan sebagai fenomena perkembangan strategi proses pembelajaran yang selama ini berjalan, penulis melakukan penelitian dengan metode deskriptif (pemaparan). Adapun penggalian data diperoleh dari observasi, dokumentasi dan interviu, kemudian dianalisis dengan pendekatan SWOT yaitu semua gejala strategi pembelajaran dianalisis dalam aspek strength (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunity (kesempatan/peluang), dan treat (ancaman). Penemuan hasil penelitian adalah bahwa untuk mewujudkan kualitas pendidikan, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Babakan Tegal berupaya melalui langkah-langkah perumusan visi dan misi Madrasah, dan membentuk teamwork yang kompak. Adapun strategi pembelajarannya adalah berupaya melalui strategi umum yaitu penciptaan situasi pembelajaran yang Islami, tata tertib yang Islami, rekrutmen personalia yang profesional dan religius dan program-program kegiatan lain yang mendukungnya. Strategi khusus yaitu suatu langkah yang ditempuh oleh guru dalam proses pembelajaran, baik melalui intra, ko, maupun ekstra kurikuler sehingga tercapai tujuan secara efektif dan efesien. Dalam penyusunan rencana program proses pembelajaran dan evaluasi, strategi yang ditempuh ganjaran dan hukuman (reward-punishment), sistem LKS, tutor sebaya, dan sistem laborat. Semuanya disusun dalam kegiatan intra kurikuler yang ditunjang dengan ko kurikuler dan ekstra kurikuler. Faktor pendukung dalam strategi pembelajaran di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) adalah terpenuhinya sarana dan prasarana pembelajaran, guru dan tenaga administrasi yang profesional. Adapun faktor penghambat adalah eksplorasi yang kurang maksimal dalam pemberdayaan kualitas sumberdaya dari aspek pengajar dan yang diajar (anak didik) termasuk dalam rekruitmen, dan pengkomposisian asal sekolah siswa.
Collections
- Master of Islamic Studies [1637]
