Tinjauan Islam terhadap Filsafat Manusia dalam Ajaran Sapta Darma
Abstract
Pendidikan dinyatakan sebagai sebuah proses yang dinamis. Tanpa pendidikan pesan-pesan yang tidak tertulis tak mampu disampaikan. Proses yang telah dicapai generasi terdahulu sulit untuk diterima, diteladani oleh pengikutnya. Penulis dan penggagas konsep "Tinjauan Islam terhadap Filsafat Manusia dalam Ajaran Sapta Darma", telah mengajarkan tujuh kewajiban, yaitu mengajarkan tentang pengabdian Tuhan yang Maha Esa dan kepada masyarakat. Ajaran Sapta Darma sekarang ini juga berkembang karena dilindungii Undang-undang. Untuk mengembangkan ajarannya, pada kehidupan masyarakat Jawa yang selama ini masih berpendirian bahwa semua agama itu baik, akhimya mempengaruhi umat Islam. Tujuan dari tesis ini adalah (1) Untuk mengetahui Ajaran Sapta Darma yang diajar oleh Sri Pawenang, (2) Untuk mengungkap persoalan yang dihadapi umat Islam, (3) Untuk mengetahui pandangan Islam terhadap ajaran Sapta Darma.yang telah didirikan Harjosepuro (Sri Gotama), setelah wafat kemudian diteruskan oleh Sri Pawenang dan sebagai pemimpin yang mengajarkan "wewarah tujuh". Penelitian ini menggunakan metode literature, buku-buku yang memuat pemikiran pendiri pertama dan penerusnya tentang ajaran Sapta Darma serta menguraikan pengertian Islam tentang filsafat manusia. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa ada keselarasan dalam pengertian penghambaan dengan Yang Maha Esa. Namun ajaran Sapta Darma telah mencampurkan ajaran Islam dengan agama lain dan dengan kebudayaan Jawa, yang akhimya timbul bid'ah. Padahal dalam wasiat Rasulullah telah berpesan supaya berpegang pada dua pegangan (Al-qur'an dan Sunnahnya).
Collections
- Master of Islamic Studies [1637]
