| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi hubungan antara empati dan altruisme
pada mahasiswa, dengan latar tren menurunnya kesadaran sosial. Pemahaman
faktor psikologis yang mendorong perilaku prososial penting untuk membentuk
individu yang peduli. Empati, menurut (Davis, 1983), mencakup dimensi kognitif
dan emosional yang memungkinkan seseorang memahami serta merasakan
perasaan orang lain, yang berpotensi mempengaruhi tindakan altruistik. Altruisme
dipahami sebagai bantuan sukarela tanpa mengharapkan imbalan (Fekken, 1980).
Penelitian kuantitatif dengan desain korelasi ini melibatkan 155 mahasiswa
berusia 18–25 tahun melalui teknik non-probabilitas. Instrumen yang digunakan
ialah Interpersonal Reactivity Index (IRI) untuk mengukur empati dan Self-Report
Altruism Scale untuk menilai altruisme. Analisis korelasi pearson dan regresi
linier berganda menunjukkan bahwa empati, khususnya kemampuan mengambil
perspektif dan imajinasi sosial, berkontribusi signifikan terhadap perilaku
altruistik mahasiswa. Temuan ini menekankan pentingnya pengembangan
intervensi pendidikan yang menumbuhkan empati dan altruisme di perguruan
tinggi. Upaya tersebut tidak hanya mendukung keberhasilan akademik, tetapi juga
membentuk mahasiswa yang mampu memberikan kontribusi positif bagi
masyarakat. | en_US |