| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara flourishing dengan kesiapan
menikah pada Generasi Z yang memiliki latar belakang orang tua bercerai. Partisipan
penelitian ini terdisi dari 86 orang Generasi Z berusia 19–28 tahun (22 laki-laki dan 64
perempuan) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang
digunakan adalah Flourishing Scale (Diener dkk., 2010; α = 0,884) dan Skala Kesiapan
Menikah (Shemila & Manikandan, 2018; α = 0,953). Analisis data dilakukan
menggunakan korelasi Spearman karena data tidak sepenuhnya terdistribusi normal.
Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara
flourishing dan kesiapan menikah (r = 0.106, p = 0.331). Hasil penelitian menunjukkan
tidak terdapat hubungan signifikan antara flourishing dengan kesiapan menikah (ρ =
0,106, p = 0,331, N = 86, CI 95%), nilai korelasi yang rendah mengindikasikan efek
yang sangat lemah, sehingga hipotesis ditolak. Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat
kesejahteraan psikologis yang tinggi tidak selalu berhubungan dengan kesiapan
menikah pada Generasi Z dengan latar belakang orang tua bercerai. Penelitian ini
menekankan perlunya intervensi multidimensional, termasuk kesiapan finansial,
keterampilan hidup, dan dukungan keluarga untuk meningkatkan kesiapan menikah
generasi muda. | en_US |