Peran Guru dan Pola Asuh Orang Tua dalam Membentuk Karakter Keislaman Peserta Didik di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Salsabila 3 Banguntapan, Bantul, Yogyakarta
Abstract
Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) menjadi sebuah fenomena dalam pendidikan kita dan sangat diminati oleh masyarakat. Hal ini karena SDIT menawarkan hal yang lebih dibandingkan dengan pendidikan umum. Selain mengintegrasikan pendidikan agama dengan pendidikan umum, SDIT juga memberikan siswanya skill sesuai dengan bakatnya. Selain itu, Sistem pembelajaran yang dilakukan di SDIT tidak hanya memprioritaskan pada nilai angka. Akan tapi, mengarah kepada pembentukan karakter akhlak mulia. Metode pengajaran yang digunakan menarik siswa untuk lebih paham dan mengikuti apa yang diajarkan ustadz/ustadzah mereka. Namun, ada permasalahan yang dihadapi oleh guru dan orang tua di SDIT Salsabila 3 Banguntapaan dalam membentuk karakter keislaman pada anak. Oleh karena itu, melalui penelitian ini peneliti ingin mengetahui bagaimana sesungguhnya peran guru dan pola asuh orang tua dalam membentuk karakter keislaman pada anak baik di sekolah dan di rumah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif-analitik. Pengambilan data dengan cara melakukan wawancara, observasi serte dokumentasi terhadap informan yang ada di SDIT Salsabila 3 Banguntapan Peneliti memandang penting mengupas peran guru dan pola asuh orang tua dalam membentuk karakter keislaman peserta didik, untuk mencari solusi terhadap permasalahan yang dihadapi. Agar penelitian ini bisa terfokus kepada sebuah permasalahan, peneliti membuat fokus penelitian tentang bagaimana peran guru dan pola asuh orang tua dalam membentuk karakter keislaman peserta didik di SDIT Salsabila 3 Banguntapan. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah bahwa, peran guru dalam pembentukan karakter keislaman peserta didik di SDIT Salsabila 3 Banguntapan menggunakan lima peran, yang pertama guru mengintegrasikan kegiatan pembelajaran dengan nilai-nilai keislaman dalam al Qur'an dan Hadits, kedua guru berperan sebagai model keteladanan, ketiga guru melakukan program riadhoh atau pelatihan. keempat guru berperan sebagai pendamping atau mentoring, kelima guru sebagai motivator. Pola asuh yang diterapkan orang tua dalam membentuk karakter keislaman anak di rumah adalah dengan menerapkan jenis pola asuh demokratis.
Collections
- Master of Islamic Studies [1637]
