Show simple item record

dc.contributor.authorAini, Masyithoh
dc.date.accessioned2026-01-28T07:26:59Z
dc.date.available2026-01-28T07:26:59Z
dc.date.issued2013
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/59855
dc.description.abstractTugas dan fungsi guru dalam era modern saat ini sangat penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Guru sebagai salah satu agen pembelajaran di tuntut untuk mampu memberikan pelayanan maksimal untuk para siswa, apalagi dengan adanya program sertifikasi guru diwajibkan untuk terus mengali dan mengoptimalkan kompetensi yang dimilikinya agar para siswa dapat meraih prestasi yang maksimal. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen tepatnya pada bagian kelima Pasal 32 ayat 2, menyatakan bahwa dalam pembinaan dan pengembangan profesi guru, para guru profesional dituntut untuk menguasai empat kompetensi, meliput: (1) Kompetensi Kepribadian (2) Kompetensi Pedagogik (3) Kompetensi Profesional (4) Kompetensi sosial. Untuk itu para guru yang sudah tersertifikasi (profesional) wajib meningkatkan kinerja dan potensi yang dimiliki untuk memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Kegiatan akademis yang diikuti oleh guru sebelum dan sesudah tersertifikasi, (2) upaya-upaya yang dilakukan guru tersertifikasi dalam meningkatkan prestasi siswa. Adapun Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun landasan teoritik mengunakan fenomenologi. Lokasi penelitian di MIN Jogomulyo Magelang dengan subjek penelitian para guru yang sudah tersertifikasi sebanyak sepuluh guru. Instrumen penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi, pengecekan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi. Dari hasil kajian ini, peneliti menemukan kegiatan akademis yang dilakukan guru di dan sesudah sertifikasi terpaut hampir separuh. Sebelum sertifikasi para guru rata- ir separuh. Sebagomulyo Magelang sebelum kata mengikuti kegiatan dan pelatihan akademik parik sekitar 65,54% dari keseluruhan kegiatan guru, namun setelah sertifikasi para guru rata-rata hanya mengikuti 34,46% kegiatan ilmiah. Kesenjangan kegiatan di atas, di identifikasikan karena adanya program sertifikasi guru, sehingga para guru sebelum sertifikasi terpacu untuk mengikuti berbagai pelatihan dan workshop, guna pengajuan sertifikasi. Namun pasca sertifikasi para guru mengalami penurunan motivasi. Kedua, Upaya yang dilakukan guru tersertifikasi untuk meningkatkan prestasi siswa MIN Jogomulyo a-1: (1) Pembinaan guru dan supervisi guru, (2) Meningkatkan kesejahteraan guru, dan (3) Menjalankan Program Unggulan Madrasah, (4) Aktif dalam kegiatan KKG, (5) Melakukan bimbingan kepada siswa, (6) Penguasaan materi dan perencanaan pembelajaran, dan (7) Pengunaan variasi metode pembelajaran. Untuk keaktifan guru dalam KKG dan pengunaan variasi metode pembelajaran di MIN Jogomulyo Magelang sudah terlaksana dengan baik, hal ini bisa dilihat dari prestasi akademik dan non akademik yang diraih oleh siswa MIN Jogomulyo Magelang.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKegiatan Akademisen_US
dc.subjectGuru Tesertifikasien_US
dc.subjectPrestasi Siswaen_US
dc.titleKegiatan Akademis Guru Tersertifikasi dalam Meningkatkan Prestasi Siswa MIN Jogomulyo Magelangen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM11913073


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record