Show simple item record

dc.contributor.authorArsita, Titin
dc.date.accessioned2026-01-28T07:12:00Z
dc.date.available2026-01-28T07:12:00Z
dc.date.issued2009
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/59852
dc.description.abstractAnak adalah aset yang sangat berharga di masa depan. Kondisi umat di masa mendatang sangat dipengaruhi oleh kwalitas pendidikannya sejak dini. Usia anak adalah masa yang paling menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian seseorang. Hampir seluruh pengembangan intelegensi terjadi pada masa kanak-kanak (golden age). Berkenaan dengan pendidikan anak ini, para ahli baik dari Timur maupun dari Barat telah banyak memberikan konsep dan sumbangan pemikiran tentang bagaimana formulasi yang ideal. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang diharapkan menghasilkan data deskriptif verbalis tentang konsep pemikiran pendidikan menurut al-Ghazali (mewakili tokoh Timur; Muslim), dan konsep pemikiran pendidikan menurut John Locke (mewakili tokoh Barat; Non Muslim), dengan menggunakan metode induktif dan deduktif. Diharapkan pula akan terlihat bagaimana titik temu dan perbedaan konsep pemikiran pendidikan kedua tokoh ini. Penulis memperoleh data melalui sumber data primer yaitu berupa buku-buku tentang pendidikan yang ditulis oleh al-Ghazali dan John Locke. Sedangkan data- data sekunder diperoleh dari buku-buku ataupun artikel-artikel yang berkaitan dengan tinjauan pemikiran serta gagasan yang mendukung pemikiran kedua tokoh. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Al-Ghazali lebih mengutamakan nilai-nilai sufistik, menekankan pentingnya kesesuaian antara ilmu dan amal serta berorientasi pada kehidupan abadi di akhirat. Sementara John Locke, lebih menekankan pada pembentukan pribadi yang rasional, kritis dan bebas dalam berfikir, aktif, kreatif, dinamis, serta taat beragama dan mencintai Tuhannya dengan penuh kesadaran. Yang merupakan titik temu ialah, kepedulian keduanya kepada faktor lingkungan dan kejelasan tentang rumusan pembinaan moral keagamaan. Keduanya mengharuskan pengajaran nilai-nilai keagamaan di mulai sejak usia dini. Dalam aspek intelektual keduanya menjadikan proses pembelajaran sebagai alat, bukan tujuan pendidikan. Secara mendasar al-Ghazali dan John Locke memberikan peluang bagi pertumbuhan fisik jasmani anak. Sedang perbedaan yang mendasar dari pemikiran keduanya adalah pada orientasi keberhasilan pendidikan anak. Menurut al-Ghazali, pendidikan dikatakan berhasil apabila mampu mencetak pribadi-pribadi saleh yang senantiasa mendekatkan diri pada Tuhannya, sehingga mereka bahagia di dunia dan akherat.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPemikiran Pendidikanen_US
dc.subjectAl-Ghazalien_US
dc.subjectJohn Lockeen_US
dc.titlePemikiran Pendidikan Al-Ghazali dan John Locke (Studi Perbandingan Tentang Pendidikan Anak)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM06913195


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record