• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Psychology
    • Psychology
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Psychology
    • Psychology
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Hubungan Antara Optimisme dan Resiliensi Pada Mahasiswa yang Mengalami Putus Cinta

    Thumbnail
    View/Open
    21320042.pdf (2.394Mb)
    Date
    2025
    Author
    Farah, Rufaidah Nurul
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara optimisme dan resiliensi pada mahasiswa yang mengalami putus cinta. Putus cinta seringkali menimbulkan tekanan psikologis yang berdampak pada kondisi emosional maupun akademik mahasiswa. Optimisme dipahami sebagai keyakinan positif terhadap masa depan, sedangkan resiliensi merupakan kemampuan individu untuk bangkit dan beradaptasi setelah menghadapi kesulitan. penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian berjumlah 335 mahasiswa berusia 18-22 tahun yang sedang atau pernah mengalami putus cinta. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring menggunakan skala optimisme (Life Orientation Test-Revised/LOT-R) dan skala resiliensi (Connor-Davidson Resilience Scale/CD- RISC. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman karena hasil uji normalitas menunjukkan data tidak berdistribusi normal. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara optimisme dan resiliensi (r = 0,400; p < 0,01). Semakin tinggi tingkat optimisme, semakin tinggi pula tingkat resiliensi mahasiswa dalam menghadapi pengalaman putus cinta. Kategorisasi data menunjukkan sebagian besar mahasiswa berada pada tingkat resiliensi tinggi, sedangkan optimisme berada pada kategori sedang. Penelitian ini menegaskan bahwa optimisme berperan penting dalam meningkatkan resiliensi mahasiswa, meskipun faktor lain seperti dukungan sosial, religiusitas, dan pengalaman hidup juga berpotensi memengaruhi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan intervensi psikologis untuk membantu mahasiswa mengatasi dampak negatif putus cinta.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/59837
    Collections
    • Psychology [240]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV