| dc.description.abstract | Permasalahan polusi udara akibat asap insinerator di TPS3R Girimulya, Kecamatan
Ngablak, Magelang, mendorong perancangan alat perangkap debu untuk mengurangi partikel
berbahaya seperti PM2.5 dan PM10. Alat yang dirancang adalah sistem ESP (Electrostatic
Precipitator) bernama H2DF, yang memanfaatkan tegangan tinggi untuk menangkap debu.
Pengujian dilakukan sebanyak tiga kali, baik tanpa alat maupun dengan alat H2DF, serta
didukung metode visual dengan tisu. Hasil pengujian menunjukkan penurunan rata-rata
konsentrasi PM2.5 sebesar ~48,2% dan PM10 sebesar ~48,6%. Selain itu, pengamatan noda
pada tisu juga mendukung bahwa penggunaan H2DF berhasil mengurangi jumlah partikel debu
yang keluar. Kesimpulannya, alat ini efektif untuk menekan polusi udara yang dihasilkan
insinerator dan dapat diterapkan untuk mendukung pengelolaan sampah lebih ramah
lingkungan di TPS3R Girimulya. | en_US |