| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi pola anyaman serat
karbon terhadap kekuatan tarik komposit karbon–epoksi yang dibuat dengan
metode vacuum infusion. Variasi konfigurasi serat terdiri dari empat lapis plain
(4P), kombinasi dua lapis plain dan dua lapis twill (2P2T), serta empat lapis twill
(4T). Uji tarik dilakukan mengacu pada standar ASTM D3039, dengan aluminium
6063-T5 sebagai material pembanding. Hasil pengujian menunjukkan bahwa
variasi 4P menghasilkan kekuatan tarik tertinggi sebesar 688,26 MPa, diikuti oleh
2P2T dengan 672,29 MPa, sedangkan 4T memiliki kekuatan terendah 556,05 MPa.
Selain itu, komposit 4P juga memiliki modulus spesifik tertinggi, yaitu 32,93
MPa/(g/cm3), yang lebih tinggi sekitar 7,45 kali lipat dibandingkan aluminium
(4,42 MPa/(g/cm3)). Dari segi densitas, komposit 4P memiliki nilai 1,57 g/cm3,
lebih ringan dibanding aluminium 6063-T5 sebesar 2,47 g/cm3, sehingga
memberikan rasio kekuatan terhadap berat yang lebih baik. Sementara itu,
aluminium menunjukkan regangan maksimum lebih tinggi (28,26%) dibanding
komposit karbon (17–18%), yang mengindikasikan sifat lebih getas (ductile).
Temuan ini menunjukkan bahwa variasi anyaman serat karbon berpengaruh
signifikan terhadap sifat mekanik komposit, dengan konfigurasi 4P sebagai variasi
paling optimal untuk aplikasi yang membutuhkan kekuatan tinggi dan bobot ringan
sebagai material alternatif pada frame Gatotkaca Unisi. | en_US |