• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2025 #SERIES 15
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2025 #SERIES 15
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    TERRITORIALITY SEBAGAI INDIKATOR PLACEMAKING DI JALAN SLAMET RIYADI SURAKARTA

    Thumbnail
    View/Open
    64. TERRITORIALITY SEBAGAI INDIKATOR PLACEMAKING DI JALAN SLAMET RIYADI SURAKARTA.pdf (1.085Mb)
    Date
    2025-07-01
    Author
    Saeka, Pranesya Kusuma
    Saptorini, Hastuti
    Wulan Ghanni, Mu’Zizah Rizka
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Jalan Slamet Riyadi di Surakarta merupakan salah satu jalan utama yang memiliki peran penting dalam menghubungkan berbagai kawasan, termasuk pusat bisnis dan tempat wisata. Dengan banyaknya ragam pengguna, seperti pengendara, pejalan kaki dan pedagang kaki lima, jalan ini menjadi area yang dinamis dan sering digunakan untuk berbagai kegiatan sosial dan komersial. Konsep territoriality di Jalan Slamet Riyadi tercermin dari bagaimana berbagai kelompok pengguna mengklaim dan menandai ruang mereka melalui aktivitas sehari-hari. Pedagang kaki lima, misalnya, secara informal membentuk teritori dengan mengatur barang dagangan mereka di lokasi-lokasi strategis, sementara pejalan kaki memiliki area trotoar yang telah ditentukan. Penelitian ini menganalisis empat variabel penentu keberhasilan tempat, yaitu aksesibilitas yang mencakup kemudahan pencapaian dan pergerakan, kenyamanan yang meliputi aspek keamanan dan kebersihan, penggunaan yang melihat variasi aktivitas, serta interaksi sosial yang terjadi antar pengguna. Dalam konteks budaya Jawa di Surakarta, territoriality tidak hanya bersifat fisik tetapi juga sosial-budaya, di mana ruang publik seperti Jalan Slamet Riyadi menjadi tempat bertemunya berbagai lapisan masyarakat dengan tetap mempertahankan nilai-nilai kesopanan dan keharmonisan dalam berbagi ruang. Pemahaman mendalam tentang dinamika territoriality ini penting untuk menciptakan ruang publik yang inklusif dan berkelanjutan.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/59814
    Collections
    • SAKAPARI 2025 #SERIES 15 [90]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV