Efektivitas Dan Efek Samping Pengobatan Glaukoma Pada Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Dr. Yap Yogyakarta
Abstract
Latar belakang: Glaukoma merupakan penyebab kebutaan kedua dengan prevalensi
0,46%. Pengobatan jangka panjang seringkali disertai dengan terjadinya efek samping,
sehingga penting untuk mengevaluasi efektivitas dan efek samping pengobatan untuk
memastikan keberhasilan terapi.
Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik pasien, pola pengobatan, efektivitas, serta
efek samping dan menganalisis hubungan efektivitas dan efek samping dengan
karakteristik pasien.
Metode: Menggunakan rancangan observasional destriptif statistik secara retrospektif
dengan desain potong lintang menggunakan data rekam medis yang memenuhi kriteria
inklusi. Analisis dilakukan secara deskriptif statistik menggunakan uji univariat dan
bivariat.
Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa pasien glaukoma rawat jalan didominasi oleh
kelompok usia dewasa 19-59 tahun (58,33%) dengan distribusi jenis kelamin yang
seimbang. Jenis glaukoma terbanyak adalah glaukoma primer sudut terbuka sebesar
59,38%, dan 38,30% memiliki komorbiditas terutama gastritis. Regimen terapi yang
paling banyak digunakan adalah terapi kombinasi (71,88%). Efek samping dilaporkan
terutama pada penggunann obat beta bloker, prostagladin analog, dan inhibitor
karbonik anhidrase topikal. Analisis hubungan menunjukkan adanya perbedaan
signifikan antara efektivitas dengan regimen terapi (p = 0,029), sedangkan tidak
terdapat hubungan yang signifikan antara efek samping dengan semua varibel
karakteristik pasien.
Kesimpulan: Pasien glaukoma rawat jalan di RSM Dr. Yap didominasi usia dewasa
dengan glaukoma primer sudut terbuka. Terapi kombinasi lebih banyak digunakan dan
terbukti efektif dibandingkan monoterapi. Efek samping obat ditemukan, namun tidak
terdapat hubungan signifikan dengan karakteristik pasien maupun regimen terapi
Collections
- Pharmacy [1834]
