Analisis Penggunaan Antibiotik Pada Infeksi Saluran Pernafasan Akut Di Rumah Sakit Pratama Yogyakarta Periode 2024 Dengan Metode Gyssens
Abstract
Latar belakang : Tingginya angka kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dapat menyebabkan peningkatan penggunaan antibiotik. Tanpa evaluasi klinis yang tepat, penggunaan antibiotik berisiko tidak sesuai dengan pedoman terapi, sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi antibiotik. Oleh karena itu, analisis kualitatif terhadap penggunaan antibiotik perlu dilakukan untuk memastikan ketepatan dan efektivitas terapi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien ISPA di Rumah Sakit Pratama Yogyakarta periode 2024 menggunakan metode Gyssens. Metode : Analisis kualitatif dengan metode Gyssens menggunakan data retrospektif yang diunduh dari Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Data penggunaan antibiotik pada pasien rawat inap dengan diagnosis ISPA yang menerima terapi antibiotik. Hasil : Terdapat 12 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, antibiotik yang digunakan untuk kasus ISPA yaitu ampisilin (35,29%), sefiksim tablet (23,52%), sefiksim sirup (11,76%), seftriakson (11,76%), amoksisilin (5,89%), sefadroksil (5,89%) dan sefotaksim (5,89%). Dalam metode Gyssens terdapat kategori VI (0%), kategori V (22,22%), kategori IIIb (11,11%) dan kategori 0 (66,67%). Kesimpulan : Pasien ISPA rawat inap lebih sedikit dibandingkan dengan yang rawat jalan. Penggunaan antibiotik terbanyak adalah ampisilin (35,29%) dan kategori Gyssens tertinggi adalah kategori 0 (rasional).
Collections
- Pharmacy [1834]
