Penerapan Positive Sanction Dan Negative Sanction Dalam Strategi Economic Statecraft Oleh Rusia Dalam Perang Rusia Dan Ukraina Tahun 2014—2024
Abstract
Penelitian ini membahas penerapan strategi economic statecraft oleh Rusia
terhadap Ukraina memalui positive sanctions dan negative sanctions pada perang
Rusia dan Ukraina yang dibagi menjadi tiga babak konflik yaitu aneksasi Krimea
tahun 2014, konflik Donbas tahun 2015 serta Perang pada tahun 2022. Sebelum
perang berlangsung, Rusia telah menerapkan beberapa bentuk dari positive
sanctions terhadap Ukraina untuk mempertahankan Ukraina dalam pengaruhnya
dan penerapan negative sanctions sebagai ancaman untuk mengubah kebijakan
Ukraina sesuai dengan kepentingan strategis Rusia. Permasalahan utama yang
diangkat dalam penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana Rusia sebagai
negara great power mengubah kebijakan ekonomi dan politik luar negerinya
terhadap Ukraina menjadi sebuah kebijakan koersif yang menciptakan tekanan
terhadap ekonomi Ukraina. Dalam menjelaskan perubahan ini, penelitian
menggunakan kerangka teori Economic Statecraft dari David A. Baldwin yang
menjelaskan bagaimana penggunaan ekonomi sebagai alat untuk mempengaruhi
perilaku negara target serta membedakan antara penggunaan insentif (positive
sanctions) dan tekanan (negative sanctions) dalam mencapai tujuan politik luar
negeri. Argumen yang dibangun menunjukan bahwa perubahan pendekatan
tersebut merupakan akibat dari memburuknya hubungan bilateral Rusia dengan
Ukraina dan titik baliknya adalah setelah muncul aspirasi Ukraina untuk bergabung
dengan Uni Eropa pada tahun 2022. Temuan ini menunjukan bahwa Rusia
menerapkan beberapa bentuk positive sanctions dan negative sanctions terhadap
Ukraina sebagai upaya untuk memanfaatkan ketergantungan Ukraina terhadap
perekonomian Rusia. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa Rusia
menggunakan kekuatan ekonomi sebagai instrumen strategis dalam
mempertahankan Ukraina dalam pengaruhnya.
Collections
- International Relations [914]
