| dc.description.abstract | Permasalahan sanitasi di wilayah pesisir Kabupaten Demak masih cukup
kompleks, terutama akibat tingginya muka air tanah, intrusi air laut, serta
keterbatasan lahan. Kondisi ini menyebabkan mayoritas masyarakat belum
memiliki sistem pengelolaan air limbah domestik setempat (SPALD-S) yang
memadai. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kriteria perencanaan
SPALD-S di daerah pesisir, menentukan prioritas antar kriteria, serta memilih
teknologi yang paling sesuai menggunakan metode Analytical Hierarchy
Process (AHP). Responden penelitian terdiri dari masyarakat pesisir dan
pakar (expert), dengan penilaian berbasis perbandingan berpasangan pada
aspek teknis, finansial, dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan adanya
perbedaan prioritas antara masyarakat dan expert. Masyarakat menempatkan
aspek finansial sebagai faktor dominan sehingga biofilter menjadi teknologi
yang lebih diterima secara sosial-ekonomi, sedangkan expert lebih
menekankan aspek lingkungan sehingga Repeated Processing Septictank
(RPS) dipandang lebih unggul dari sisi keberlanjutan. Temuan ini
menegaskan pentingnya integrasi kedua perspektif untuk merumuskan
strategi pengelolaan SPALD-S yang adaptif, terjangkau, dan berkelanjutan
bagi wilayah pesisir Kabupaten Demak. | en_US |