| dc.description.abstract | Menurut BPS, Daerah Istimewa Yogyakarta selalu masuk ke dalam 3 besar Provinsi dengan upah minimum terkecil di Indonesia sejak tahun 2017. Selain itu menurut BAPPEDA ketimpangan di Provinsi DIY juga tinggi, ditambah lagi lapangan kerja menurut DINASKERTRANS di Provinsi DIY juga padat bersaing. Ini menyebabkan terbatasnya akses masyarakat terhadap lapangan pekerjaan dan membuat begitu banyak keluarga mengalami kesulitan ekonomi, permasalahan ini tentu berakibat pada kesejahteraan setiap keluarga dengan tingkat perekonomian rendah di Provinsi DIY. Akibat lapangan pekerjaan yang padat saing, ketimpangan yang tinggi dan upah yang kecil maka banyak dari masyarakat Provinsi DIY mencari cara demi mendapatkan penghasilan yang layak. Tidak terkecuali Ibu rumah tangga yang ikut bekerja ke luar Negeri karena pekerjaan suami sebagai pencari nafkah utama tidak mampu memenuhi kebutuhan harian. Peneliti menggunakan analisis trilogi filsafat ekonomi Islam untuk mengurai permasalahan pekerja migran perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Selain itu implikasi pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja migran perempuan di luar negeri perspektif gender juga tidak luput dari pembahasan, karena jarak geografis yang jauh tentu berakibat pada keseimbangan dan keharmonisan dalam rumah tangga. Dari beberapa problem tersebut, kemudian muncul dua pertanyaan penelitian; Bagaimana analisis trilogi filsafat ekonomi Islam terhadap peran pekerja migran perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarganya di Provinsi DIY? Selanjutnya pertanyaan penelitian kedua adalah bagaimana implikasi pekerjaan, pekerja migran perempuan terhadap relasinya dalam keluarga perspektif gender di Provinsi DIY? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan responden sebanyak 34 orang, yang bertujuan untuk mengetahui, menganalisis serta memberikan solusi perspektif trilogi filsafat ekonomi Islam dan gender terhadap peran pekerja migran perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarganya yang berada di Provinsi DIY. Berdasarkan fakta di lapangan didapati hasil bahwa, ada peningkatan kesejahteraan keluarga setelah pekerja migran perempuan bekerja ke luar Negeri. Adapun menurut analisis trilogi filsafat ekonomi Islam, pekerjaan mereka sudah sesuai dengan kosmologi dan teologi ekonomi Islam namun ada permasalahan pada antropologi ekonomi Islam dikarenakan perubahan gaya hidup menjadi konsumtif setelah bekerja di luar negeri. Sedangkan implikasi gender menurut teori struktural fungsional adalah telah terjadi ketimpangan fungsi dan kerancuan gender yang disebabkan jarak yang jauh dan komunikasi yang kurang baik, perkara ini berdampak pada keharmonisan hubungan keluarga pekerja migran perempuan. | en_US |