| dc.description.abstract | Transportasi umum dalam trayek memiliki peran penting untuk mendukung mobilitas
masyarakat, termasuk layanan Bus Rapid Transit Trans Jogja. Salah satu rutenya adalah Trayek 13
(Terminal Ngabean – Godean). Informasi trayek ini memiliki jumlah penumpang yang rendah
dibanding jalur lain, sehingga diperlukan evaluasi pada kinerja operasional. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis kinerja Trayek 13 berdasarkan beberapa indikator terpilih yang dianggap relevan
untuk menggambarkan kondisi layanan secara lebih akurat.
Indikator kinerja operasional yang digunakan dalam penelitian ini adalah load factor,
headway, waktu perjalanan, dan kecepatan perjalanan. Keempat indikator dipilih karena mampu
memberikan gambaran menyeluruh mengenai aspek operasional layanan, mulai dari tingkat
keterisian armada, ketepatan interval kedatangan antarbus, efisiensi waktu tempuh, hingga
kecepatan rata-rata perjalanan. Penelitian ini mengacu pada SK Dirjen Perhubungan Darat No.
SK.687AJ.206/DRJD/2002, PM No. 10 Tahun 2012, dan PM No. 29 Tahun 2015. Dilakukan
penilaian tingkat pelayanan melalui metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer
Satisfaction Index (CSI) dengan 5 tingkat skala likert.
Hasil penelitian menunjukkan load factor Trayek 13 hanya mencapai 26% pada hari kerja
dan 20% pada akhir pekan, sehingga masih jauh di bawah standar ideal 70%. Headway rata-rata
34,936 menit pada hari kerja dan 43,535 menit pada akhir pekan menunjukkan jeda antarbus yang
belum efisien. Waktu sirkulasi berada pada kisaran 2,105–2,110 jam per putaran, di mana sudah
memenuhi standar 1-3 jam, sedangkan kecepatan perjalanan hanya 13,860 km/jam pada hari kerja
dan 13,697 km/jam pada akhir pekan, masih di bawah standar ideal 15-20 km/jam. Analisis IPA
mengidentifikasi atribut yang perlu diprioritaskan, yaitu alat bantu penumpang berdiri, fasilitas AC,
tempat duduk prioritas, dan ruang kursi roda. Nilai CSI sebesar 82,877% menunjukkan tingkat
kepuasan penumpang berada pada kategori sangat baik. | en_US |