| dc.description.abstract | Seiring meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas perkotaan di Yogyakarta,
volume dan beban polutan air limbah domestik meningkat sehingga berpotensi
mencemari badan penerima. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas Instalasi
Pengolahan Air Limbah (IPAL) Sewon dalam menurunkan Dissolved Organic
Matter (DOM) menggunakan Fluorescence Excitation–Emission Matrix (FEEM).
Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi karakteristik DOM pada tiap unit
pengolahan, menilai efektivitas unit IPAL dalam mengurangi DOM, dan menguji
hubungan DOM dengan COD serta TSS. Sampel diambil pada 11 titik yang
merepresentasikan kolam pengumpul, pemisah tinja, grit chamber , kolam
ekualisasi, SBR, kolam maturasi, dan klorinasi; analisis data dilakukan dengan
metode peak-picking dan korelasi Spearman. Hasil FEEM menunjukkan variasi
dominansi fluoresensi antar unit: tryptophan-like dominan di kolam pengumpul,
grit chamber , dan kolam Sequencing Batch Reactor (SBR); fulvic-like dominan di
pemisah tinja, ekualisasi, maturasi, dan klorinasi. Efisiensi removal total masing-
masing: Tyrosine-Like 69%, Tryptophan-Like 1 71%, Tryptophan-Like 2 57%,
fulvic-like 1 53%, humic-like 23%, dan allochthonous 4%. Analisis Spearman
menunjukkan korelasi kuat dan signifikan (r ≥ 0,6; p ≤ 0,05) antara beberapa fraksi
DOM (tyrosine-like, Tryptophan-Like 2, fulvic-like, humic-like) dengan COD,
sedangkan korelasi dengan TSS rendah dan tidak signifikan. | en_US |