| dc.description.abstract | Kajian keuangan kini sering melibatkan perspektif psikologis karena dapat
menjelaskan perilaku keuangan individu. Sebagai individu dalam masa transisi dari
remaja ke dewasa, mahasiswa menunjukkan perilaku keuangan yang beragam
sehingga penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk mengetahui adanya hubungan
antara sosialisasi keuangan keluarga dan perilaku keuangan pada mahasiswa di D.I.
Yogyakarta. Sebanyak 200 partisipan mengisi skala PFSS (Parent Financial
Socialization Scale) dan FBS (Financial Behavior Scale). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara sosialisasi
keuangan keluarga dan perilaku keuangan (p < 0.01; r = 0.253), dimana semakin
tinggi sosialisasi keuangan keluarga yang diterima mahasiswa, maka semakin
tinggi perilaku keuangan yang ditunjukkan. Hasil uji linearitas menunjukkan bahwa
terdapat hubungan linear antara sosialisasi keuangan keluarga dan perilaku
keuangan (p < 0.01), dengan nilai R2 sebesar 0.057. Temuan ini menekankan
pentingnya keterlibatan orang tua dalam membentuk perilaku keuangan anak
dengan memberikan contoh positif, berdiskusi, dan memberikan kesempatan
kepada anak untuk belajar mengelola keuangan. Pendidik, praktisi, dan pembuat
kebijakan juga diharapkan dapat mendukung perancangan program edukasi
keuangan sejak dini agar lebih optimal dan efektif. | en_US |