Formulasi Nanoemulgel dan Uji Antinosiseptif Senyawa Sitronelal Dari Serai Wangi (Cymbopogon Nardus L.)
Abstract
Nyeri nosiseptif merupakan respons sistem saraf pusat akibat rangsangan mekanik,
termal, maupun kimiawi yang sering menjadi masalah klinis. Sitronelal, komponen
utama minyak atsiri serai wangi (Cymbopogon nardus L.), diketahui memiliki
aktivitas antinosiseptif, antiinflamasi, dan antioksidan, namun aplikasinya terbatas
karena sifatnya mudah menguap, kurang stabil, dan rendah kelarutan. Penelitian ini
bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaan nanoemulgel
sitronelal serta menguji aktivitas antinosiseptifnya. Nanoemulgel dipilih karena
mampu meningkatkan kelarutan, stabilitas, penetrasi kulit, dan kenyamanan
aplikasi topikal. Formulasi dilakukan dengan variasi konsentrasi sitronelal dan
metil salisilat menggunakan surfaktan Tween 80, propilen glikol, karbopol, dan
trietanolamin sebagai basis gel. Tiga formula dievaluasi melalui karakterisasi fisik
(ukuran partikel, pH, viskositas, daya sebar, stabilitas), uji hedonik, dan aktivitas
antinosiseptif. Hasil menunjukkan ukuran partikel rata-rata 129,0 nm, pH formula
berkisar antara 5,26 hingga 6,37 dan daya sebar rata-rata 6,1 cm. Semua formula
tetap stabil setelah 7 hari penyimpanan pada berbagai suhu. Formula F4 dipilih
sebagai yang terbaik dari hasil skrining fisik dengan pH stabil, dan viskositas
17,120 cP. Uji Tail Immersion menunjukkan aktivitas antinosiseptif yang kuat,
dengan %MPE puncak sebesar 64,3%. Temuan ini menunjukkan bahwa
nanoemulsi sitronelal berpotensi sebagai sediaan antinosiseptif topikal.
Collections
- Master of Chemistry [59]
