| dc.description.abstract | Bispehnol A (BPA) dapat bermigrasi dari kemasan makanan dan inuman
akibat peningkatan suhu. Migrasi ini terjadi karena degradasi polikarbonat
menjadi BPA. Faktor lain yang dapat menyebabkan pelepasan BPA dari
kemasan adalah peningkatan pH. Selain itu, kebiasaan masyarakat yang
menggunakan air tanah secara langsung sebagai sumber air utama sehari-
hari juga perlu dipertimbangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
potensi sumber pencemaran dan kadar konsentrasi senyawa BPA dalam air
di wilayah Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman,
DAERAH Istimewa Yogyakarta. Analisis kandungan BPA dilakukan
menggunakan metode HPLC (High Performance Liquid Chromatography)
dengan detektor UV-VIS. Dari dua jenis sampel yang berbeda, yaitu air
tanah dan AMDK (Air Minum Dalam Kemasan), ditemukan bahwa
konsentrasi BPA tertinggi terdapat pada sampel AMDK, dengan nilai 0,74
μg/L. sebaliknya, konsentrasi terendah ditemukan pada sampel air tanah,
yaitu 0,06 μg/L. potensi yang mempengaruhi keberadaan BPA antara lain
adalah parameter suhu dan lokasi pengambilan sampel. Beberapa faktor lain
yang dapat memepengaruhi kelarutan BPA dalam air tanah meliputi suhu,
jenis air, keberadaan bahan kimia lain, dan waktu pengambilan sampel. | en_US |