| dc.description.abstract | Kawasan pesisir pantai memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap
pencemaran kualitas air tanah. Pesisir Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul,
Daerah Istimewa Yogyakarta, dikenal sebagai salah satu sentra hortikultura
pesisir yang mengandalkan komoditas seperti bawang merah, cabai, dan lain
sebagainya. Kegiatan pertanian tersebut sering ditemukan adanya
penggunaan nitrogen yang berupa pupuk anorganik seperti pupuk NPK,
pupuk ZA, dan pupuk Phonska. Penggunaan nitrogen dapat meningkatkan
konsentrasi nitrat dan nitrit dalam air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis konsentrasi nitrat dan nitrit serta disesuaikan dengan baku mutu
yang berlaku dan menganalisis potensi sumber pencemar nitrat dan nitrit
dalam air tanah di Kawasan Pertanian Pantai Parangtritis, Yogyakarta.
Metode yang digunakan yaitu Spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji kadar nitrat
dan nitrit menunjukkan bahwa sampel air yang memiliki konsentrasi tertinggi
yaitu sampel 7 sebesar 9,5120 mg/L untuk nitrat dan 0,3382 mg/L untuk nitrit.
Seluruh sampel air telah memenuhi baku mutu yang tercantum pada
Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 dengan baku mutu nitrat sebesar 20 mg/L
dan nitrit sebesar 3 mg/L. Potensi sumber pencemaran nitrat dan nitrit di air
tanah pada penelitian ini berasal dari penggunaan pupuk secara intensif di
lahan pertanian dan limbah domestik yang berupa kulit bawang merah. | en_US |