Pengaruh Konsentrasi Gellan Gum terhadap Viabilitas Isolat Bakteri selama Penyimpanan
Abstract
Mikroorganisme memiliki peran penting dalam berbagai bidang, seperti
bioteknologi, lingkungan, dan industri pangan. Salah satu tantangan dalam
pemanfaatannya adalah menjaga viabilitas isolat bakteri selama penyimpanan
tanpa mengubah sifat fisiologis maupun genetiknya. Teknik penyimpanan jangka
pendek masih banyak bergantung pada pemindahan rutin ke media baru,
sedangkan metode jangka panjang seperti kering beku dan kriopreservasi
membutuhkan peralatan khusus yang tidak selalu tersedia. Gellan gum, sebagai
ekspolisakarida yang diproduksi oleh Sphingomonas adalah salah satu polimer
yang paling banyak digunakan karena sifatnya yang serbaguna dan merupakan
biomaterial berbiaya rendah dengan kualitas reproduktif yang tinggi, serta
memiliki daya optimal untuk menghambat sineresis sehingga stabilitas gel dapat
terjaga dalam waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
pengaruh variasi konsentrasi gellan gum terhadap viabilitas isolat bakteri selama
penyimpanan, dan menentukan konsentrasi gellan gum yang paling optimal.
Empat isolat bakteri (Arthrobacter aurescens (BR 13), Arthrobacter aurescens
(BR 35), Rhizobacter fulvus (BR 47), dan Alsobacter metallidurans (BRU 50))
diinokulasikan ke dalam media minimal DNB (Dilute Nutrient Broth) + gellan
gum dengan konsentrasi 1% dan 2%, lalu diinkubasi selama satu bulan pada suhu
30°C. Selama masa inkubasi berlangsung, viabilitas diamati pada hari ke-7 dan
ke-23 menggunakan metode Total Plate Count (TPC). Hasil menunjukkan bahwa
konsentrasi 2% lebih efektif mempertahankan viabilitas seluruh isolat
dibandingkan konsentrasi 1% yang hanya mendukung pertumbuhan BR 47. Nilai TPC tertinggi ditemukan pada BR 13 sebesar 2 x 10^9 CFU/mL. Dengan
demikian, gellan gum dengan konsentrasi 2% dapat menjadi alternatif media
penyimpanan yang efektif dalam menjaga kelangsungan hidup dan pertumbuhan
isolat bakteri selama penyimpanan.
Collections
- Environmental Engineering [1831]
