| dc.description.abstract | Masyarakat Karangwaru berhasil menciptakan konsep placemaking melalui
fenomena unik yang terjadi di Ruang Terbuka Hijau Karangwaru Riverside. Fenomena ini
tercermin dari persepsi dan inisiatif masyarakat dalam menjaga keamanan, kebersihan,
serta melestarikan fasilitas yang telah dibangun dan elemen alam yang dirawat bersama
secara gotong royong. Interaksi sosial yang erat terjalin di kawasan ini, dengan anakanak
bermain di pagi dan sore hari, serta orang dewasa dan lansia bergotong royong
menjaga kebersihan dan mendukung sektor pariwisata.Tidak hanya berhenti pada
tindakan nyata, persepsi masyarakat terhadap elemen-elemen yang ada, seperti
pencahayaan, jalur akses, dan fasilitas umum, menjadi indikator penting dalam
menciptakan rasa aman dan nyaman saat beraktivitas di kawasan tersebut. Namun
demikian, beberapa tantangan masih dihadapi, seperti minimnya partisipasi generasi
muda dalam menjaga kebersihan, keterbatasan aksesibilitas, dan kurangnya fasilitas
bermain anak yang aman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
penyajian data yang dinarasikan dari hasil observasi dan wawancarra terstruktur.
Penelitian ini bertujuan meninjau keamanan, kebersihan dan keberlanjutan placemaking
di Karangwaru pasca revitalisasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya
kebutuhan untuk meningkatkan fasilitas sekaligus menciptakan ajakan yang lebih
menarik, guna memastikan konsep placemaking terus berkembang dan tetap relevan
dalam mendukung kualitas kehidupan masyarakat di kawasan tersebut | en_US |