| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menentukan teknologi Sistem Pengolahan Air
Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) yang paling sesuai di kawasan
bantaran Sungai Demak dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy
Process (AHP). Tiga kriteria utama yang digunakan adalah teknis, finansial,
dan lingkungan, yang dipilih karena relevansinya terhadap kondisi bantaran
sungai dengan muka air tanah tinggi, keterbatasan ekonomi masyarakat, serta
kerentanan ekosistem. Hasil analisis AHP dari masyarakat menunjukkan
bahwa Biofilter menjadi pilihan utama dengan bobot 0,2981 (29,81%), diikuti
oleh RPS (0,2454), Tripikon-S (0,2287), dan Tripikon-H (0,2279). Sementara
itu, hasil AHP dari expert memberikan bobot tertinggi pada RPS sebesar
0,2669 (26,69%), disusul oleh Biofilter (0,2643), Tripikon-S (0,2437), dan
Tripikon-H (0,2251). Perbedaan ini mencerminkan fokus yang berbeda antara
masyarakat, yang lebih mempertimbangkan aspek keterjangkauan finansial,
dan expert, yang menitikberatkan pada ketahanan teknis serta perlindungan
lingkungan. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa hasil pemilihan relatif
stabil, sehingga dapat disimpulkan bahwa keseimbangan antara kriteria
teknis, finansial, dan lingkungan sangat penting untuk menjamin
keberlanjutan sistem sanitasi di kawasan bantaran sungai. | en_US |