Show simple item record

dc.contributor.authorHanifah, Shefina Zalfatsara
dc.date.accessioned2025-12-30T06:40:16Z
dc.date.available2025-12-30T06:40:16Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/59409
dc.description.abstractRemaja dengan latar belakang orang tua bercerai diketahui mengalami kesulitan untuk beradaptasi dan bangkit dari kondisi yang tidak menyenangkan. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas terapi pemaafan dalam meningkatkan resiliensi pada remaja dengan orang tua bercerai. Desain penelitian menggunakan eksperimen murni dengan pretest-posttest control group design. Subjek penelitian berjumlah 10 remaja yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Intervensi diberikan kepada kelompok eksperimen berupa terapi pemaafan sebanyak empat sesi berdasarkan modul terapi pemaafan Diana et al. (2023). Resiliensi diukur menggunakan skala CD-RISC yang telah diadaptasi oleh Hermansyah (2019). Hasil uji independent sample t-test menunjukkan peningkatan yang signfikan pada kelompok eksperimen (p = 0.005) dengan nilai Cohens’d = 3.859 yang menunjukkan efek yang sangat besar.Terapi pemaafan terbukti efektif dalam meningkatkan resiliensi pada remaja dengan orang tua bercerai.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectResiliensien_US
dc.subjectTerapi Pemaafanen_US
dc.subjectRemaja Dengan Orang Tua Berceraien_US
dc.titleEfektivitas Terapi Pemaafan Untuk Meningkatkan Resiliensi Pada Remaja dengan Orang Tua Berceraien_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21320185


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record