| dc.description.abstract | Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana gempa bumi
karena posisinya berada di Cincin Api Pasifik. Salah satu daerah rawan adalah Kabupaten
Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang pernah mengalami gempa besar pada tahun 2006
dengan dampak signifikan terhadap korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta aktivitas sosial
ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor
yang mempengaruhi mitigasi risiko bencana gempa bumi serta mengidentifikasi variabel yang
paling berkontribusi dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Penelitian ini
menggunakan metode adalah kuantitatif dengan pendekatan Structural Equation Modeling –
Partial Least Squares (SEM-PLS) menggunakan perangkat lunak SmartPLS. Data diperoleh
melalui penyebaran kuesioner kepada 200 responden yang berdomisili di lima kecamatan rawan
gempa di Kabupaten Bantul (Pundong, Imogiri, Jetis, Bambanglipuro, dan Pleret), serta
wawancara dengan pihak terkait seperti BPBD DIY dan Kraton Yogyakarta. Variabel yang
diteliti meliputi risk awareness, knowledge and skills, community participation, culture
support, government support, dan infrastructure readiness sebagai variabel eksogen, serta
Preparedness sebagai variabel endogen. Berdasarkan dari hasil yang diperoleh bahwa seluruh
variabel eksogen memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapsiagaan Masyarakat
tetapi dengan nilai t-statistics tertinggi yaitu pada variabel infrastructure readiness sebesar
10,198, dan diikuti variabel dengan nilai kedua tertinggi yaitu variabel Knowledge and skills
sebesar 9,075. Hal ini menunjukan bahwa dua variabel tersebut paling berpengaruh dalam
kesiapsiagaan gempa bumi pada Kabupaten Bantul. | en_US |