• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2025 #SERIES 15
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2025 #SERIES 15
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    RESPON ARSITEKTUR ORGANIK PADA DESAIN VISITOR CENTER: SUNHOURS MODELLING

    Thumbnail
    View/Open
    43. RESPON ARSITEKTUR ORGANIK PADA DESAIN VISITOR CENTER SUNHOURS MODELLING.pdf (1005.Kb)
    Date
    2025-07-01
    Author
    Azmi Zaidan, Bintang Muhammad
    Fitria, Tika Ainunnisa
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Visitor centre merupakan fasilitas yang berfungsi sebagai pusat informasi bagi wisatawan mengenai tempat yang dikunjungi. Keberadaan visitor centre di Provinsi Bengkulu tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga menciptakan kesan selamat datang yang nyaman bagi wisatawan. Oleh karena itu, desain visitor centre harus memperhatikan aspek fungsional dan lingkungan, terutama dalam penggunaan penghawaan alami untuk menciptakan kenyamanan termal. Penelitian ini menggunakan metode studi preseden serta pendekatan kuantitatif dengan sunhour modelling untuk menganalisis efektivitas desain terhadap pencahayaan dan penghawaan alami. Berdasarkan hasil analisis, massa bangunan visitor centre diatur dengan pola penyusunan sentral dan diberi celah antar gedung. Konsep ini memungkinkan angin dingin berputar di tengah area sebelum mendorong udara panas ke atas, sehingga sirkulasi udara lebih optimal. Selain itu, sunpath modelling digunakan untuk memahami pergerakan matahari, sehingga orientasi bangunan dapat disesuaikan guna memaksimalkan pencahayaan alami dan mengurangi ketergantungan pada sistem pendingin buatan. Kesimpulannya, sunpath modelling mampu merespons kondisi tapak secara optimal, sehingga mendukung penerapan prinsip arsitektur organik. Dengan desain yang mempertimbangkan aspek lingkungan, visitor centre di Bengkulu dapat menjadi bangunan yang ramah lingkungan, nyaman, dan efisien dalam penggunaan energi.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/59388
    Collections
    • SAKAPARI 2025 #SERIES 15 [90]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV