• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2025 #SERIES 15
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2025 #SERIES 15
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    KAJIAN PERUBAHAN ARSITEKTURAL BANGUNAN CINA DI KAMPUNG KETANDAN SEBAGAI KAWASAN TIONGHOA DI YOGYAKARTA

    Thumbnail
    View/Open
    34. KAJIAN PERUBAHAN ARSITEKTURAL BANGUNAN CINA DI KAMPUNG KETANDAN SEBAGAI KAWASAN TIONGHOA DI YOGYAKARTA.pdf (989.5Kb)
    Date
    2025-07-01
    Author
    Iftironi, Muhammad
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kampung Ketandan merupakan kampung Pecinan di Yogyakarta. Warga keturunan Tionghoa, telah tinggal di Ketandan sejak awal abad ke-19 lalu dengan membentuk komunitas etnis Tionghoa yang kuat. Arsitektur bangunan di Kampung Ketandan telah memiliki karakteristik yang khas sebagai Arsitektur China. Kampung ini telah menjadi tujuan wisata di Yogyakarta bersama-sama dengan Malioboro dan Pasar Beringharjo. Karena tekanan perekonomian dan teknologi yang senantiasa berkembang, maka hal ini dapat menjadi ancaman bagi arsitektur bangunan di Kampung Ketandan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengetahui sejauh mana tekanan dari faktor sosial ekonomi dan teknologi terhadap perubahan penampilan arsitektur di Kampung Ketandan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif sebagai metode untuk menjelaskan fenomena perubahan yang terjadi pada penampilan arsitektur bangunan. Dari penelitian ini didapatkan Kesimpulan bahwa tekanan sosial ekonomi dan teknologi telah menjadi faktor penyebab perubahan penampilan arsitektur di Kampung Ketandan. Perubahan besar terjadi pada bagunan dengan fungsi rumah tinggal (Non-Komersial) yang berubah menjadi fungsi campuran. Perubahan ini sebagai konsekuensi logis karena tuntutan penambahan lantai bangunan. Akibat dari perubahan ini telah menyebabkan perubahan bentuk atap juga. Sedangkan pada bangunan dengan fungsi Komersial dan fungsi Rumah Tinggal (tetap), mngalami perubahan yang tidak terlalu besar. Elemen ornamentasi dan warna merupakan elemen arsitektur yang relative tetap dipertahankan.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/59374
    Collections
    • SAKAPARI 2025 #SERIES 15 [90]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV