KAJIAN PERUBAHAN ARSITEKTURAL BANGUNAN CINA DI KAMPUNG KETANDAN SEBAGAI KAWASAN TIONGHOA DI YOGYAKARTA
Abstract
Kampung Ketandan merupakan kampung Pecinan di Yogyakarta. Warga
keturunan Tionghoa, telah tinggal di Ketandan sejak awal abad ke-19 lalu dengan
membentuk komunitas etnis Tionghoa yang kuat. Arsitektur bangunan di Kampung
Ketandan telah memiliki karakteristik yang khas sebagai Arsitektur China. Kampung ini
telah menjadi tujuan wisata di Yogyakarta bersama-sama dengan Malioboro dan Pasar
Beringharjo. Karena tekanan perekonomian dan teknologi yang senantiasa berkembang,
maka hal ini dapat menjadi ancaman bagi arsitektur bangunan di Kampung Ketandan.
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengetahui sejauh mana tekanan dari faktor
sosial ekonomi dan teknologi terhadap perubahan penampilan arsitektur di Kampung
Ketandan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif sebagai metode untuk
menjelaskan fenomena perubahan yang terjadi pada penampilan arsitektur bangunan.
Dari penelitian ini didapatkan Kesimpulan bahwa tekanan sosial ekonomi dan teknologi
telah menjadi faktor penyebab perubahan penampilan arsitektur di Kampung Ketandan.
Perubahan besar terjadi pada bagunan dengan fungsi rumah tinggal (Non-Komersial)
yang berubah menjadi fungsi campuran. Perubahan ini sebagai konsekuensi logis karena
tuntutan penambahan lantai bangunan. Akibat dari perubahan ini telah menyebabkan
perubahan bentuk atap juga. Sedangkan pada bangunan dengan fungsi Komersial dan
fungsi Rumah Tinggal (tetap), mngalami perubahan yang tidak terlalu besar. Elemen
ornamentasi dan warna merupakan elemen arsitektur yang relative tetap
dipertahankan.
