PENGOLAHAN SEQUENCE PADA RUANG UNTUK MEMBANGUN PERSEPSI ARSITEKTUR DALAM PERANCANGAN MUSEUM
Abstract
rtikel ini menjelaskan pengolahan sequence pada ruang dalam perancangan
arsitektur di museum dapat dihasilkan dari pengolahan storyline, aspek fisiologis, aspek
psikologis, dan penyajian ruang pameran. Sequence adalah peralihan pengalaman dari
pengamatan ke komposisi. Sequence dapat menghadirkan pengalaman ruang yang
berbeda sehingga pengguna akan terus menelusuri ruang-ruang lainnya. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui strategi desain agar dapat membentuk sequence, sehingga
mampu membangun pengalaman ruang baik secara fisik maupun non fisik dalam
perancangan museum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi
literatur. Studi literatur mengurai temuan-temuan yang ada di lapangan dan literatur
sebelumnya agar dapat membantu peneliti untuk menyusun konklusi terapan yang
digunakan dalam proses perancangan yang dikembangkan oleh peneliti. Museum
Sonobudoyo menghadirkan sejarah budaya dengan suasana terbuka dan suara gamelan,
sedangkan Museum Atsiri menampilkan perkembangan minyak atsiri melalui elemen
interaktif. Keduanya menekankan pengalaman edukatif dan aksesibilitas dengan ramp
serta pencahayaan yang mendukung kenyamanan. Hasil penelitian ini akan
dikembangkan lebih lanjut dan dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.
