PENGARUH ADAPTIVE REUSE PADA JNM BLOC DENGAN PENDEKATAN PLACEMAKING
Date
2025-07-01Author
Rojabi, Refanza Muhammad
Anggraini, Stefy Prasasti
Mumtaz, Nurkhalyzha Muthmainnah
Metadata
Show full item recordAbstract
Transformasi bangunan bersejarah melalui proses adaptive reuse telah
menjadi pendekatan penting dalam arsitektur modern untuk menjaga warisan budaya,
sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan fungsional kontemporer. Pendekatan ini
memungkinkan bangunan lama tetap memiliki nilai sejarahnya sambil memberikan
manfaat baru bagi masyarakat. Studi ini mengeksplorasi bagaimana JNM Bloc, bagian
dari kompleks Jogja National Museum (JNM), telah mengalami adaptive reuse dalam
konteks placemaking, yang berfokus pada penciptaan ruang publik yang bermakna dan
fungsional. Kompleks JNM terdiri dari beberapa bangunan dengan karakter dan pola
adaptasi yang berbeda, seperti Gedung Asri/Colombo Plan, Gedung Sasana Aji Yasa, dan
Gedung Hamemayu. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana adaptive reuse
diterapkan di sekitaran Gedung Hamemayu, yang mempertahankan identitas arsitektur
aslinya sekaligus mengoptimalkan fungsi ruang publik. Dengan pendekatan placemaking,
ruang-ruang dalam dan luar di JNM Bloc diolah agar lebih inklusif, fleksibel, dan
interaktif bagi pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi adaptive
reuse dan placemaking tidak hanya meningkatkan kualitas ruang publik, tetapi juga
mempertahankan elemen sejarah yang ada, menciptakan ruang kreatif bagi komunitas,
dan mendukung keberlanjutan sosial serta ekonomi lokal.
