• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2025 #SERIES 15
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2025 #SERIES 15
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    PENGARUH ADAPTIVE REUSE PADA JNM BLOC DENGAN PENDEKATAN PLACEMAKING

    Thumbnail
    View/Open
    16. PENGARUH ADAPTIVE REUSE PADA JNM BLOC DENGAN PENDEKATAN PLACEMAKING.pdf (1.181Mb)
    Date
    2025-07-01
    Author
    Rojabi, Refanza Muhammad
    Anggraini, Stefy Prasasti
    Mumtaz, Nurkhalyzha Muthmainnah
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Transformasi bangunan bersejarah melalui proses adaptive reuse telah menjadi pendekatan penting dalam arsitektur modern untuk menjaga warisan budaya, sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan fungsional kontemporer. Pendekatan ini memungkinkan bangunan lama tetap memiliki nilai sejarahnya sambil memberikan manfaat baru bagi masyarakat. Studi ini mengeksplorasi bagaimana JNM Bloc, bagian dari kompleks Jogja National Museum (JNM), telah mengalami adaptive reuse dalam konteks placemaking, yang berfokus pada penciptaan ruang publik yang bermakna dan fungsional. Kompleks JNM terdiri dari beberapa bangunan dengan karakter dan pola adaptasi yang berbeda, seperti Gedung Asri/Colombo Plan, Gedung Sasana Aji Yasa, dan Gedung Hamemayu. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana adaptive reuse diterapkan di sekitaran Gedung Hamemayu, yang mempertahankan identitas arsitektur aslinya sekaligus mengoptimalkan fungsi ruang publik. Dengan pendekatan placemaking, ruang-ruang dalam dan luar di JNM Bloc diolah agar lebih inklusif, fleksibel, dan interaktif bagi pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi adaptive reuse dan placemaking tidak hanya meningkatkan kualitas ruang publik, tetapi juga mempertahankan elemen sejarah yang ada, menciptakan ruang kreatif bagi komunitas, dan mendukung keberlanjutan sosial serta ekonomi lokal.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/59328
    Collections
    • SAKAPARI 2025 #SERIES 15 [90]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV