Kombinasi Pengolahan Biologis dan Fitoremediasi dalam Mendegradasi Kandungan Logam pada Air Limbah Lindi
Abstract
Air lindi yang mengandung logam berat berbahaya seperti Pb, Cd, dan
Cr memerlukan pengolahan yang efektif serta ramah lingkungan. Penelitian
ini bertujuan untuk mengevaluasi kombinasi pengolahan biologis dan
fitoremediasi dengan tanaman Typha angustifolia serta konsorsium bakteri
untuk menurunkan kadar logam pada air lindi. Sistem reaktor terdiri atas bak
penampung, anaerob, aerob, clarifier, Floating Treatment Wetland (FTW),
dan Constructed Wetland (CW), FTW dan CW dibagi dengan dua perlakuan:
menggunakan bakteri (Bacillus cereus, Bacillus velezensis, Staphylococcus
xylosus, dan PGPR) dan tanpa bakteri. Sampel air lindi diambil dari TPA
Piyungan dengan tiga konsentrasi yang akan diolah direaktor (20%, 50%, dan
100%) dan sampel air lindi dianalisis kandungan logamnya menggunakan
metode AAS. Hasil analisis menunjukkan bahwa unit anaerob mampu
menurunkan Pb hingga 86% pada lindi 20%, sedangkan CW tanpa bakteri
mencapai 87%. Pada konsentrasi 50%, efisiensi Pb menurun drastis hingga
bernilai negatif, menandakan pelepasan logam kembali ke air. Cd memiliki
kinerja paling rendah, dengan hasil terbaik pada clarifier dan CW tanpa
bakteri pada 20%, namun cenderung negatif pada 50%. Cr menunjukkan
penurunan signifikan pada CW pada konsentrasi 100%, dengan akumulasi
lebih dari 70 mg/kg pada akar Typha angustifolia. Pertumbuhan biomassa
juga memperlihatkan dominasi akar dibanding batang, terutama pada CW
bakteri dengan berat basah 104,24 g dan kering 20,87 g. Secara umum,
kombinasi biologis dan fitoremediasi efektif menurunkan Pb dan Cr,
sementara penghilangan Cd masih terbatas, dengan akar dan tanah berperan
utama sebagai media akumulasi logam.
Collections
- Environmental Engineering [1831]
