Show simple item record

dc.contributor.authorShopiar, Serviko Chivo
dc.date.accessioned2025-12-23T08:18:00Z
dc.date.available2025-12-23T08:18:00Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/59281
dc.description.abstractPertumbuhan penduduk dan urbanisasi memberikan tantangan terhadap keberlanjutan dan ketersediaan sumber daya air. Penelitian ini bertujuan menganalisis tren kondisi keamanan air di Kecamatan Depok tahun 2019 dan 2024 serta melakukan proyeksi keamanan air tahun 2045 dengan tiga skenario ( terbaik, optimal, dan terburuk). Penilaian dilakukan dengan kerangka penilaian Watsat yang dimodifikasi peneliti dengan indikator stres air dan manajemen air perkotaan terpadu. Analisis yang dilakukan terhadap lima dimensi utama : suplai air dan sanitasi, produktivitas air, lingkungan, bencana terkait air, dan tata kelola air. Hasil kajian di prioritas terhadap akses dasar sehingga adanya peningkatan keamanan air dari 3,07 menjadi 3,29 dengan kategori “Keamanan air baik”. Hasil proyeksi skenario terbaik menunjukkan kenaikan signifikan dengan nilai 4,39 sedangkan skenario optimal sebesar 3,96, keduanya dengan status “Keamanan air sangat baik”. Hasil skenario terburuk mengalami penurunan menjadi 3,315 yang disebabkan oleh rendahnya investasi terhadap infrastruktur dasar, lemahnya kelembagaan dan tingkat pencemaran yang tidak terkontrol. Penelitian ini menyoroti pentingnya pendekatan lintas sektor dan dukungan publik dalam perencanaan air perkotaan dalam menghadapi tantangan urbanisasi dan perubahan iklim dimasa akan datang.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKecamatan Depoken_US
dc.subjectWatsaten_US
dc.subjectWater Securityen_US
dc.subjectUrbanen_US
dc.subjectProyeksien_US
dc.titleKajian Penilaian Water Security Pada Daerah Urban di Kecamatan Depok Kabupaten Sleman Dengan Menggunakan Water Security Assessment Tools (Watsat)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21513042


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record