| dc.description.abstract | Pertumbuhan penduduk dan urbanisasi memberikan tantangan terhadap
keberlanjutan dan ketersediaan sumber daya air. Penelitian ini bertujuan
menganalisis tren kondisi keamanan air di Kecamatan Depok tahun 2019 dan 2024
serta melakukan proyeksi keamanan air tahun 2045 dengan tiga skenario ( terbaik,
optimal, dan terburuk). Penilaian dilakukan dengan kerangka penilaian Watsat
yang dimodifikasi peneliti dengan indikator stres air dan manajemen air perkotaan
terpadu. Analisis yang dilakukan terhadap lima dimensi utama : suplai air dan
sanitasi, produktivitas air, lingkungan, bencana terkait air, dan tata kelola air. Hasil
kajian di prioritas terhadap akses dasar sehingga adanya peningkatan keamanan air
dari 3,07 menjadi 3,29 dengan kategori “Keamanan air baik”. Hasil proyeksi
skenario terbaik menunjukkan kenaikan signifikan dengan nilai 4,39 sedangkan
skenario optimal sebesar 3,96, keduanya dengan status “Keamanan air sangat baik”.
Hasil skenario terburuk mengalami penurunan menjadi 3,315 yang disebabkan oleh
rendahnya investasi terhadap infrastruktur dasar, lemahnya kelembagaan dan
tingkat pencemaran yang tidak terkontrol. Penelitian ini menyoroti pentingnya
pendekatan lintas sektor dan dukungan publik dalam perencanaan air perkotaan
dalam menghadapi tantangan urbanisasi dan perubahan iklim dimasa akan datang. | en_US |