| dc.description.abstract | Penelitian sintesis dan karakterisasi perekat akrilik berbasis pelarut dengan variasi
suhu transisi gelas (Tg) untuk aplikasi pita perekat sensitif tekanan. Tujuan
penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi Tg monomer terhadap sifat fisik
resin akrilik, menganalisis hasil karakterisasi FTIR dan TG-DSC resin akrilik yang
dihasilkan dari variasi Tg monomer, serta mengidentifikasi Tg monomer yang
optimal untuk menghasilkan resin akrilik dengan sifat fisik terbaik. Resin akrilik
disintesis melalui tiga tahap polimerisasi, yaitu inisiasi, propagasi, dan terminasi,
menggunakan campuran monomer 2-ethylhexyl acrylate (2-EHA), ethyl acrylate
(EA), acrylic acid (AA), vinyl acetate monomer (VAM), dan 2-hydroxyethyl
acrylate (2-HEA). Tiga variasi formulasi digunakan, yaitu RA1
(78,5:1,5:1,5:17,3:1,2; Tg ≈ −55 °C), RA2 (85:1,5:1,5:10,8:1,2; Tg ≈ −60 °C), dan
RA3 (90:1,5:1,5:8,1:1,2; Tg ≈ −64 °C).Karakterisasi FTIR menunjukkan adanya
pita serapan khas gugus karbonil (C=O) ester pada 1720 cm−1, C–O pada 1150–
1250 cm−1, dan O–H pada 3400 cm−1, dengan penurunan intensitas pada suhu >300
°C yang mengindikasikan degradasi gugus fungsi utama. Analisis TG-DSC
mengungkapkan penurunan massa signifikan pada suhu 300–500 °C yang disertai
puncak endotermik, menunjukkan proses dekomposisi termal resin. Uji fisik
meliputi viskositas, non-volatile (NV), tack, peel strength, dan shear resistance.
Hasilnya, RA1 (Tg ≈ −55 °C) menunjukkan kombinasi performa terbaik dengan
daya rekat kupas dan ketahanan geser tertinggi pada semua ketebalan film serta tack
cepat pada film tipis. Tg −60 °C unggul pada tack instan film tebal namun memiliki
kohesi lebih rendah. Dengan demikian, Tg optimal untuk menghasilkan resin akrilik
berkinerja tinggi pada penelitian ini adalah sekitar −55 °C. | en_US |