Show simple item record

dc.contributor.authorAuraswati, Arrum
dc.date.accessioned2025-12-23T07:15:01Z
dc.date.available2025-12-23T07:15:01Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/59269
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas sitotoksik dari ekstrak dan fraksi daging buah naga merah (Selenicereus costaricensis) terhadap sel kanker A549 dan MG-63. Metode ekstraksi dilakukan menggunakan etanol 96%, kemudian dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan metode Vacuum Liquid Chromatography (VLC) dengan pelarut etil asetat, etanol, dan metanol. Uji sitotoksisitas dilakukan menggunakan metode MTT terhadap sel A549 dan MG-63. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel tidak memiliki aktivitas sitotoksik, ditandai dengan nilai IC50 > 500 μg/mL. Uji fitokimia mengidentifikasi keberadaan senyawa flavonoid, saponin, fenol, terpenoid, alkaloid, dan antosianin, dengan komposisi yang bervariasi pada setiap fraksi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa daging buah naga merah memiliki keterbatasan dalam aktivitas sitotoksik sebagai agen pengobatan, namun lebih tepat diarahkan sebagai agen preventif, mengingat kandungan antioksidannya yang tinggi sehingga berpotensi mencegah terjadinya kanker.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectSelenicereus Costaricensisen_US
dc.subjectEkstraksien_US
dc.subjectFraksinasien_US
dc.subjectSitotoksiken_US
dc.titleEkstraksi Dan Uji Aktivitas Sitotoksik Daging Buah Naga Merah (Selenicereus Costaricensis) Terhadap Sel Kanker Adenokarsinoma Paru (A549) Dan Osteosarkoma (Mg-63)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21612036


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record