Pemanfaatan Ampas Tebu Sebagai Adsorben untuk Mereduksi Kadar Logam Berat Timbal (Pb) Dalam Air dengan Metode Kontinu
Abstract
Pencemaran air akibat logam berat seperti Timbal (Pb) merupakan salah
satu permasalahan lingkungan yang serius karena sifatnya yang toksik, sulit
terdegradasi, dan dapat membahayakan kesehatan makhluk hidup. Upaya
pengolahan limbah yang mengandung Pb perlu dilakukan secara efektif,
ramah lingkungan, dan berbiaya rendah. Salah satu metode yang potensial
adalah adsorpsi dengan memanfaatkan limbah biomassa seperti ampas tebu,
yang memiliki kandungan lignoselulosa dan gugus fungsi aktif yang mampu
mengikat ion logam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
karakteristik ampas tebu sebelum dan sesudah aktivasi asam sitrat (C6H8O7),
menganalisis efektivitas ampas tebu dalam mereduksi kadar Pb dengan
variasi ketinggian adsorben dan debit alir, serta menentukan kapasitas
adsorpsi logam Pb menggunakan pemodelan kinetika. Penelitian dilakukan
menggunakan metode kontinu (kolom) dengan variasi debit 5 dan 7,5
mL/menit serta ketinggian adsorben 10 dan 15 cm. Karakterisasi adsorben
dilakukan dengan FTIR untuk mengidentifikasi gugus fungsi dan SEM
untuk mengamati morfologi permukaan, sedangkan kadar Pb dianalisis
menggunakan AAS. Hasil penelitian menunjukkan kondisi optimum
diperoleh pada debit 5 mL/menit dan ketinggian adsorben 15 cm. Kapasitas
adsorpsi tertinggi diperoleh pada model Thomas sebesar 0,933 mg/g,
kapasitas adsorpsi volumetrik dari model Adams–Bohart sebesar 239,79
mg/L, dan kapasitas adsorpsi dari model Yoon–Nelson sebesar 0,05596
mg/g. Nilai koefisien determinasi (R2) tertinggi terdapat pada model
Adams–Bohart (0,9601) yang paling sesuai merepresentasikan proses
adsorpsi khususnya pada fase awal.
Collections
- Environmental Engineering [1831]
