| dc.description.abstract | Latar belakang: Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam berupa tanaman
herbal yang mengandung senyawa fitokimia hasil metabolit sekunder. Beberapa
tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional adalah daun kelor,
daun afrika, dan kunyit.
Tujuan: Untuk mengetahui formulasi, mutu fisik, dan tingkat penerimaan
konsumen terhadap sediaan serbuk instan.
Metode: Penelitian bersifat eksperimental dengan ekstraksi menggunakan maserasi
etanol 70% (1:10) selama 24 jam, kemudian diuapkan dengan rotary evaporator.
Ekstrak kental diformulasikan menjadi serbuk instan dengan penambahan laktosa,
maltodekstrin, natrium benzoat, pektin, stevia, dan perisa. Simplisia diidentifikasi
secara makroskopik dan mikroskopik, sedangkan ekstrak dilakukan pengujian
kadar air, organoleptik, dan kadar flavonoid. Evaluasi meliputi uji organoleptik, uji
kadar air, uji waktu larut, uji pH, uji stabilitas hingga hari ke-28, serta uji hedonik.
Hasil: Formula serbuk instan yang dihasilkan memiliki karakteristik organoleptik
seragam, kadar air <10%, waktu larut <5 menit, dan pH 5–7. Uji hedonik
menunjukkan produk dapat diterima dengan baik, dengan mayoritas responden
menyukai rasa (65%), aroma (95%), warna (85%), dan kemudahan penyeduhan
(90%).
Kesimpulan: Kombinasi ekstrak daun kelor, daun afrika, dan kunyit dapat
diformulasikan menjadi serbuk instan yang memenuhi persyaratan mutu, disukai
konsumen, dan berpotensi sebagai sediaan herbal praktis. | en_US |