Pra Rancangan Pabrik Asam Laktat dari Molase dengan Kapasitas 9.000 Ton/tahun
Abstract
Asam laktat merupakan senyawa kimia organik penting yang banyak digunakan
pada industri pangan, farmasi, kosmetik hingga sebagai bahan baku polylactic acid (PLA)
yang bersifat biodegradable. Kebutuhan asam laktat di Indonesia masih bergantung pada
impor sehingga diperlukan pendirian pabrik untuk memenuhi konsumsi domestik sekaligus
mengurangi ketergantungan dari luar negeri. Pada perancangan ini direncanakan pendirian
pabrik asam laktat dengan kapasitas 9.000 ton/tahun menggunakan bahan baku molase
yaitu produk samping industri gula yang melimpah, murah serta berpotensi memberikan
nilai tambah ekonomi. Proses produksi dilakukan melalui fermentasi molase menggunakan
bakteri Lactobacillus delbrueckii yang menghasilkan kalsium laktat. Kemudian
direaksikan dengan asam sulfat untuk menghasilkan produk utama asam laktat dan kalsium
sulfat sebagai produk samping. Bahan baku utamanya meliputi molase, kalsium hidroksida,
asam sulfat serta nutrisi pendukung fermentasi. Untuk mendukung proses, utilitas yang
dibutuhkan mencakup penyediaan air, listrik, steam, udara tekan, serta sistem pengolahan
limbah cair dan padat. Analisis risiko menunjukkan bahwa pabrik tergolong berisiko
rendah (low-risk) karena bahan baku dan produk tidak mudah terbakar serta beroperasi
pada kondisi tekanan atmosfer dan suhu relatif rendah. Hasil analisis ekonomi
menunjukkan indikator kelayakan yang menguntungkan yaitu Return on Investment (ROI)
sebesar 25,56% sebelum pajak dan 20,45% setelah pajak, Pay Out Time (POT) 2,8 tahun
sebelum pajak dan 3,3 tahun setelah pajak, Break Even Point (BEP) sebesar 54,13%, Shut
Down Point (SDP) 27,93% serta Discounted Cash Flow Rate (DCFR) 19,20%. Dengan
parameter tersebut, pabrik asam laktat ini dinyatakan layak secara teknis maupun ekonomi
untuk didirikan dan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus
mendukung pengembangan industri kimia berkelanjutan di Indonesia.
Collections
- Chemical Engineering [1336]
