Integrasi Kurikulum Pendidikan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Melalui Metode Al-karim Terhadap Penguatan Akhlak Siswa di SDIT Luqman Al-hakim 2 Yogyakarta
Abstract
Pendidikan Islam di era modern menuntut adanya pendekatan yang tidak
hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga menekankan
pembentukan karakter dan akhlak mulia. Hal ini menjadi dasar pentingnya peran
pendidikan Islam dalam membentuk generasi cerdas secara intelektual sekaligus
memiliki kepribadian Islami yang kuat. Oleh karena itu, lahirlah konsep pendidikan
yang mengintegrasikan kurikulum agama dan umum secara beriringan sehingga
penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi Kurikulum Jaringan Sekolah
Islam Terpadu (JSIT) melalui metode Al-Karim terhadap penguatan akhlak siswa
di SDIT Luqman Al-Hakim 2 Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan jenis
penelitian kualitatif dengan model pendekatan lapangan (field research) lalu teknik
pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang kemudian
dianalisis dengan teknik reduksi data, kategorisasi, sintesisasi dan menyusun
hipotesis kerja. Teknik penentuan informan yang dilakukan yaitu purpossive
sampling dengan keabsahan data melalui teknik triangulasi data (triangulasi
sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu) dan member checking. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa: pertama, integrasi kurikulum JSIT dengan metode
Al-Karim tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi
sarana untuk memperkuat akidah dan akhlak dalam setiap aspek kehidupan siswa;
kedua, dampak metode Al-Karim dalam membantu memahami nilai-nilai Al-
Qur’an sebagai fondasi dalam pembentukan akhlak yang mulia melalui internalisasi
nilai-nilai Al-Qur’an secara menyeluruh dan berkesinambungan melalui program
khusus akhlak seperti majelis pagi, cerita Islami, Qur’an Competition dan AMT
(Achievement Motivation Training), mabit, entrepreneur for kids, dan EsluhaQu
Goes to Pondok. Selain itu, pentingnya keteladanan guru yang mencerminkan
akhlak mulia dan keterlibatan orang tua agar sinergi antara sekolah dan keluarga
perlu dibangun agar tercipta lingkungan pendidikan yang harmonis melalui
beberapa kegiatan yakni: gerakan mengaji Al-Qur’an (GeMaQu), TfEL (Training
for Excellent Life.
