Formulasi Tabir Surya Berbasis Lotion Minyak Atsiri Bunga Kenanga (Cananga Odorata L.) dan Evaluasi Potensinya Secara In Vitro
Abstract
Latar belakang: Indonesia yang beriklim tropis dan berada di garis khatulistiwa
menerima sinar matahari secara terus-menerus sepanjang tahun. Walaupun sinar
matahari penting untuk kesehatan dan energi, paparan yang terlalu banyak bisa
berbahaya karena mengandung sinar ultraviolet (UV) yang dapat merusak kulit.
Penggunaan tabir surya diperlukan untuk melindungi kulit dari kerusakan tersebut.
Salah satu bahan alami yang berpotensi digunakan sebagai tabir surya adalah bunga
kenanga (Cananga odorata L.), karena minyak atsirinya mengandung zat yang
dapat melindungi kulit dari efek buruk sinar UV.
Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi dan pengaruh konsentrasi
minyak atsiri bunga kenanga (Cananga odorata L.) terhadap nilai Sun Protection
Factor (SPF) dalam formulasi tabir surya.
Metode: Dalam penelitian ini, dilakukan analisis stabilitas fisik lotion, termasuk
viskositas, daya sebar, dan daya lekat, dengan menggunakan metode statistik T-test.
Langkah selanjutnya adalah uji SPF minyak atsiri dan sediaan lotion pada tingkat
kepercayaan 95%. Selain itu, untuk mengevaluasi potensi tabir surya, yang diukur
melalui absorbansi dalam pengujian. Untuk menentukan nilai SPF, kami
menggunakan uji Kruskal-Wallis dengan tingkat kepercayaan 95%. Penelitian ini
dilaksanakan selama kurang lebih 4 minggu dengan konsentrasi minyak atsiri yang
bervariasi yaitu 3%, 5%, dan 10%.
Hasil: Hasil Formula terbaik menggunakan 7% paraffin cair, dan nilai pada SPF
semakin tinggi seiring bertambahnya konsentrasi minyak atsiri. Lotion dengan
konsentrasi minyak atsiri 3%, 5%, dan 10% mempunyai nilai SPF masing-masing
6,38 ± 0,15; 8,43 ± 0,37; dan 15,98 ± 1,59.
Kesimpulan: Minyak atsiri bunga kenanga (Cananga odorata) berpotensi memiliki
aktivitas tabir surya dan dapat digunakan sebagai bahan aktif dalam sediaan tabir
surya.
Collections
- Pharmacy [1887]
