| dc.description.abstract | Telur ayam ras merupakan salah satu komoditas pangan utama di Kabupaten Pesawaran
yang memiliki permintaan tinggi dan berkelanjutan. Namun, rantai pasoknya menghadapi
berbagai risiko, risiko dapat berdampak pada menurunkan kualitas produk, mengganggu
kelancaran distribusi, dan mengurangi keuntungan pelaku usaha. Tujuan dari penelitian
ini untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan memprioritaskan risiko pada rantai pasok
telur ayam ras, serta merumuskan strategi mitigasi yang tepat. Metode yang digunakan
adalah kombinasi kerangka kerja ISO 31000 dan House of Risk (HoR), dengan
pengumpulan data melalui wawancara dan observasi kepada peternak dan distributor
skala besar di Kabupaten Pesawaran. Hasil penelitian mengidentifikasi delapan penyebab
risiko prioritas, di antaranya harga bahan baku pakan yang berfluktuasi karena faktor
eksternal (cuaca&impor), tren konsumsi masyarakat yang tidak terprediksi, tidak adanya
kontrak harga jangka panjang dengan pemasok bahan baku, kurangnya pemahaman
tentang peramalan permintaan pasar (forecasting), hubungan kepercayaan informal yang
sudah mengakar, persaingan harga, perubahan harga eceran tertinggi (HET) telur, dan
penurunan permintaan. Strategi mitigasi yang dihasilkan meliputi perencanaan pembelian
pakan berdasarkan kalender musim dan tren harga, pelatihan peramalan permintaan
(forecasting), mensosialisasikan pentingnya kontrak tertulis dalam kerja sama,
meningkatkan pelayanan dan pengiriman cepat serta memberikan program loyalitas
untuk pelanggan tetap, menjalin kemitraan/kontrak jangka panjang dengan pemasok
bahan baku, menjalin kemitraan tetap dengan konsumen tetap, menerapkan sistem pra-
pemesanan (Pre-Order), dan mencari pasar baru yang persaingannya masih sedikit.
Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi metode HoR dan ISO 31000
efektif dalam memetakan risiko dan merumuskan strategi mitigasi yang aplikatif,
sehingga dapat meningkatkan ketahanan dan efisiensi rantai pasok telur ayam ras di
Kabupaten Pesawaran. | en_US |