| dc.description.abstract | Perkembangan teknologi berbasis internet membawa perkembangan dalam
proses berinteraksi dan komunikasi terutama pada individu fase emerging adulthood.
Penggunaan internet dapat membantu kehidupan manusia yang menghindari situasi
sosial secara langsung namun dapat menimbulkan terjadinya dampak negatif berupa
problematic internet use (PIU). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran self
esteem sebagai moderator hubungan kecemasan sosial dengan problematic internet use.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, model hubungan tiga variabel yang
akan dianalisis dengan analisis moderasi. Pengambilan sampel penelitian dilakukan
dengan teknik non probability sampling dengan jenis pengambilan purposive sampling.
Partisipan yang terlibat pada penelitian ini adalah perempuan dan laki-laki, berusia 18-
25 tahun,dan pengguna internet dengan durasi lebih dari 5.5 jam per hari. PIU diukur
dengan menggunakan skala General Problematic Internet Use (GPIUS2) untuk mengukur
PIU, kecemasan sosial diukur menggunakan skala Liebowitz Social Anxiety (LSAS), dan self
esteem diukur menggunakan skala Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Analisis data
dilakukan menggunakan teknik regresi moderasi dengan bantuan aplikasi statistik SPSS
versi 25.0. Hasil penelitian terhadap 209 responden menghasilkan bahwa self esteem
memiliki efek negatif sebagai moderator antara kecemasan sosial dan PIU pada emerging
adulthood. Artinya, self esteem memperlemah hubungan antara kecemasan sosial dan
PIU. | en_US |