Show simple item record

dc.contributor.authorWendari, Nandya Wulan
dc.date.accessioned2025-12-18T07:24:48Z
dc.date.available2025-12-18T07:24:48Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/59166
dc.description.abstractPerubahan iklim di Arktik terjadi tiga kali lebih cepat dari rata-rata global, terutama akibat emisi karbon hitam dan metana. Untuk menanganinya, Arctic Council membentuk Expert Group on Black Carbon and Methane (EGBCM) pada 2015 sebagai mekanisme sukarela pengurangan emisi. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas EGBCM pada periode 2018–2022 menggunakan konsep Keefektivitasan Organisasi Internasional (output, outcome, impact, serta faktor struktural dan kontekstual). Hasil menunjukkan efektivitas moderate (cukup efektif): output tercapai melalui penyusunan kebijakan dan laporan, namun outcome terbatas karena implementasi nasional belum merata, sementara impact berupa penurunan emisi belum cukup signifikan memperlambat pemanasan Arktik. Kelemahan kelembagaan dan perbedaan kepentingan negara menjadi hambatan utama.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectArktiken_US
dc.subjectEfektivitas Organisasi Internasionalen_US
dc.subjectEGBCMen_US
dc.subjectKarbon Hitamen_US
dc.subjectMetanaen_US
dc.subjectPerubahan Iklimen_US
dc.titleUpaya Expert Group On Black Carbon And Methane (EGBM) Oleh Arctic Council Dalam Melawan Ancaman Peningkatan Suhu di Kawasan Arktiken_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21323224


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record