Peran Modal Psikologis Sebagai Mediator Hubungan Antara Kepemimpinan Profetik dengan Perilaku Kewargaan Organisasi Karyawan Pesantren
Abstract
Untuk menghadapi berbagai tantangan perubahan, eksistensi penerapan perilaku kewargaan
organisasi di pesantren penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeskplorasi peran modal
psikologis sebagai mediator hubungan antara kepemimpinan profretik dengan perilaku kewargaan
organisasi karyawan di sebuah pesantren Solo, Jawa Tengah. Penelitian melibatkan 139 partisipan
(48% laki-laki; 52% perempuan). Pengambilan data menggunakan skala kepemimpinan profetik
(α:0,930), skala modal psikologis- PCQ-24 (α:0.866), dan skala perilaku kewargaan organisasi
(α:0.930). Penelitian menggunakan metode kuantitatif dan uji analisis jalur dengan Jamovi 2.3.18.
Hasil menunjukkan kepemimpinan profetik memiliki pengaruh tidak langsung terhadap PKO, dengan
modal psikologis berperan sebagai mediator yang signifikan dalam mediasi parsial. Studi ini
menunjukkan bahwa kepemimpinan profetik memiliki hubungan langsung yang positif signifikan
dengan PKO terlepas dari mediatornya. Selain itu, kepemimpinan profetik ditemukan berhubungan
positif signifikan dengan modal psikologis dan modal psikologis secara signifikan mempengaruhi PKO.
Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa persepsi karyawan terhadap kepemimpinan
profetik memiliki dampak langsung dan tidak langsung terhadap PKO dengan faktor modal psikologis
seperti harapan dan optimisme memainkan peran positif dalam hubungan ini. Implikasi praktis
temuan ini adalah pentingnya mengembangkan kepemimpinan profetik dan modal psikologis guna
meningkatkan PKO karyawan di pesantren.
Collections
- Master of Psychology [494]
